Kamis, 30 Maret 2017

Sains

Batu Bakal Perhiasan Kejutkan Ilmuwan sebab Simpan Ekor Dinosaurus

Jumat, 9 Desember 2016 | 20:40 WIB
Current Biology Bulu ekor dinosaurus berusia 99 juta tahun ditemukan dalam batu ambar di Myanmar.

KOMPAS.com - Sebuah batu ambar sedianya akan menjadi perhiasan berharga. Namun, mengamatinya dengan seksama, ilmuwan justru menemukan sesuatu yang luar biasa: bulu hewan yang berusia 99 juta tahun!

Alhasil, batu ambar yang terbentuk dari getah damar itu batal menjadi perhiasan dan malah menjadi obyek riset menarik serta calon koleksi museum.

Lida Xing, peneliti dari China University of Geosciences menemukan batu ambar tersebut di sebuah pasar di kota Myikitna, Myanmar.

Batu tersebut ditemukan dalam kondisi yang sudah digosok sehingga tampak mengkilat. Bertanya pada pedagang, Xing berhasil mengetahui lokasi asal penambangan batu itu.

Pengamatan mengungkap, bulu yang terdapat dalam batu ambar itu adalah ekor dinosaurus mini, bukan burung purba. "Ekornya fleksibel dan bulunya tersusun menyamping ke bawah," kata Xing.

Mike Benton, peneliti dari University of Bristol yang juga terlibat penelitian mengatakan, "Sangat mengagumkan bisa melihat ekor dinosaurus secara utuh, tulang, daging, kulit, dan bulunya."

"Mengagumkan pula bisa membayangkan bagaimana ekor dinosaurus itu terjebak dalam resin pohon yang lengket dan kemudian mati karena tak bisa membebaskan diri," katanya seperti dikutip BBC, Jumat (9/12/2016).

Meneliti kandungan kimia pada ekor, Xing dan Benton mengungkap adanya zat besi. Itu adalah jejak darah yang mungkin keluar saat ekor itu terjebak.

Kaachin State, kota di utara Myanmar tempat batu itu berasal merupakan wilayah penambangan ambar terkenal sejak 2.000 tahun lalu.

Namun, dalam 20 tahun terakhir, ilmuwan mulai menaruh perhatian pada wilayah tersebut karena tingginya jejak dinosaurus yang terjebak dalam batu ambar.

Ryan McKellar dari Royal Saskatchewan Museum di Kanada mengatakan, banyak batu ambar besar rusak karena proses penambangan.

"Saat kami menemukan, kadang batu ambar itu sudah menjadi perhiasan. Kita tak tahu berapa banyaki spesimen yang hilang," katanya.

McKellar mengatakan, kondisi itu memprihatinkan. "Jika batu itu menjadi koleksi perhiasan pribadi, maka dia akan hilang bagi ilmu pengetahuan."

Paul Barrett dari Natural History Museum di London mengatakan, ekor dinosaurus itu adalah koleksi yang cantik. Menurutnya, sangat jarang material dinosaurus bisa terawtkan begitu baik di batu ambar.

Penulis: Yunanto Wiji Utomo
Editor : Yunanto Wiji Utomo