Ditemukan Situs Kuno Berusia 5.650 Tahun Dekat Stonehenge - Kompas.com

Ditemukan Situs Kuno Berusia 5.650 Tahun Dekat Stonehenge

Kontributor Sains, Monika Novena
Kompas.com - 23/11/2016, 20:13 WIB
Batu-batu Stonehenge di Inggris.

KOMPAS.com - Keberadaan situs Stonehenge di Inggris masih misterius. Hingga kini belum ada yakin bagaimana dan untuk apa monumen batu-batu raksasa tersebut dibangun.

Namun sebuah penemuan terbaru nampaknya akan membantu mengungkap misteri Stonehenge.

Sebuah komplek prasejarah ditemukan di sebuah desa bernama Larkhill di Wilshire Inggris sekitar 2,4 km dari situs Stonehenge.

Komplek tersebut diperkirakan dibangun 5.650 tahun yang lalu atau 1.000 tahun lebih dahulu dibandingkan Stonehenge.

Para arkeolog memperkirakan komplek tersebut merupakan tempat suci di mana orang zaman Neolitik melakukan upacara dan juga pesta.

Benda-benda yang ditemukan antara lain tulang sapi, piring keramik, serta sisa-sisa tulang manusia.

Temuan ini menjelaskan lebih lanjut bahwa jauh sebelum Stonehenge dibuat, wilayah tersebut memang sering digunakan sebagai aktivitas ritual kuno.

Adanya penemuan ini tentu akan membantu memecahkan misteri situs Stonehenge yang selama ini diduga merupakan bangunan makam atau kuil. Bahkan peneliti juga berpendapat sebagai observatorium raksasa pada jaman kuno yang digunakan untuk memantau bintang.

Arkeolog menemukan situs tersebut secara tidak sengaja, saat Kementrian Pertahanan Inggris tengah mempersiapkan untuk pembangunan rumah tentara di wilayah itu.

"Situs yang baru ditemukan merupakan salah satu penemuan yang paling menarik," kata Martin Brown, Ketua Arkeolog dari perusahaan konsultasi WYG seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (21/11/2016).

"Penemuan ini mengubah cara berpikir kita mengenai intensitas kegiatan neolitik di sekitar Stonehenge," tambahnya.

Kementrian Pertahanan saat ini mendanai daerah yang akan sepenuhnya digali untuk mengetahui lebih lanjut yang terjadi di bawah situs.

Sejauh ini para arkeolog telah menggali sekitar 17 persen area tersebut serta melakukan penelitian lebih lanjut terhadap temuan itu.

PenulisKontributor Sains, Monika Novena
EditorTri Wahono
SumberDaily Mail,
Komentar
Close Ads X