Kamis, 30 Maret 2017

Sains

Peggy Whitson Akan Menjadi Perempuan Tertua di Antariksa

Jumat, 18 November 2016 | 20:58 WIB
AP IMAGES Peggy Whitson bersama astronot Perancis Thomas Pesquet (kanan) dan kosmonot Rusia Oleg Novitsky di Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Selasa (16/11/2016).

Astronot NASA Peggy Whitson akan menjadi perempuan tertua yang di luar angkasa. Sebelumnya, ia juga sudah mencatatkan diri sebagai perempuan pertama dan satu-satunya yang pernah menjadi komandan misi antariksa.

Roket Soyuz yang membawa Peggy Whitson bersama astronot Perancis Thomas Pesquet (38) dan kosmonot Rusia Oleg Novitsky (45) meluncur dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, Jumat (18/11/2016) dini hari.

Whitson akan merayakan ulang tahunnya yang ke-57 pada bulan Februari di Stasiun Antariksa Internasional.

Usianya masih jauh lebih muda dari penerbangan ke antariksa yang dilakukan astronot John Glenn pada usia 77 tahun dan beberapa tahun lebih muda daripada astronot senior lainnya.

Namun, ia mengalahkan rekor Barbara Morgan sebagai perempuan tertua di dunia yang pergi ke antariksa. Morgan adalah guru yang terbang pada usia 55 tahun pada tahun 2007 menggantikan Christa McAuliffe.

Whitson bukan pertama kali bertugas ke antariksa. Ini merupakan misi stasiun antariksa ketiga bagi ahli biokimia kelahiran Iowa itu dan perjalanan kedua sebagai komandan.

"Saya cinta bekerja di NASA, namun bagian yang paling memuaskan adalah bekerja di stasiun antariksa," ujar Whitson kepada para wartawan musim panas lalu.

"Tidak masalah jika saya membersihkan saringan. Saya merasa dapat membantu mendorong eksplorasi. Itulah sebabnya saya ingin pergi lagi," ujarnya.

NASA sangat ketat dalam menjaga paparan radiasi seumur hidup, sehingga lembaga antariksa itu bersikeras agar Whitson tetap di Bumi untuk beberapa waktu setelah misinya tahun 2008.

NASA/Bill Ingalls Wahana Soyuz MS-03 diluncurkan dari Kosmodrom Baikonur, Kazakhstan, membawa astronot Peggy Whitson, kosmonot Rusia Oleg Novitskiy, dan astronot Perancis Thomas Pesquet, Jumat (18/11/2016).
Whitson merupakan perempuan pertama yang bertindak sebagai komandan stasiun antariksa pada 2007. Ia juga merupakan perempuan pertama, dan sejauh ini satu-satunya perempuan, yang mengepalai korps astronot NASA yang didominasi laki-laki.

Tidak ada perempuan lain yang telah menghabiskan lebih banyak waktu di antariksa. Suaminya yang juga ahli biokimia, Clarence Sams, juga bekerja untuk NASA.

Whitson telah menghabiskan 377 hari di antariksa dan beberapa kali berjalan di luar angkasa.

Misi berikutnya selama enam bulan ini akan membuatnya telah menjalani lebih dari 534 hari di antariksa, rekor yang dicatat bulan September oleh astronot Jeffrey Williams (58).

Whitson mengatakan ia telah beruntung dan tidak banyak merasakan penyesalan. Tapi ia mengatakan, "Terkait tujuan untuk NASA sebelum saya meninggal, kita harus sudah tinggal di Mars. Dan saya mungkin tidak akan hidup selama itu, jadi harus segera dirintis!"

Editor : Tri Wahono
Sumber: VOA Indonesia,