Kamis, 30 Maret 2017

Sains

BrandzView

Halaman ini merupakan kerja sama antara Kompas.com dengan Schneider Electric

Listrik di Rumah Sering “Jetrek”, Apa yang Salah?

Selasa, 15 November 2016 | 22:37 WIB
KOMPAS.com/SRI LESTARI Ilustrasi Listrik


JAKARTA, KOMPAS.com – 
Banyak anggapan saat arus listrik tiba-tiba terputus atau Mini Circuit Breaker (MCB)—alat pemutus arus listrik otomatis—di rumah "jetrek" turun berarti ada yang salah dengan instalasi listrik.

Anggapan itu menjadi lebih-lebih lagi muncul, ketika "jetrek" terjadi saat beberapa alat elektronik dinyalakan bersamaan. Benarkah seperti itu?

Frankco Nasarino Nainggolan, Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia ditemui Kompas.com, Sabtu (1/10/2016) mengungkapkan bahwa dugaan itu salah. Justru, kata dia, otomatis putusnya arus listrik itu menandakan bahwa MCB berfungsi baik.

“Guna MCB adalah memutuskan (arus listrik) saat jaringan listrik kelebihan beban. Nah, kalau terjadi hal itu berarti yang harus diperhatikan adalah pemakaian listrik di rumah,” ujar Rino, biasa Frankco disapa.

Rino menjelaskan, MCB memang alat proteksi listrik. Keadaan “jetrek”—atau arus listrik otomatis mati—adalah fungsi pengamanan agar risiko dan bahaya karena penggunaan listrik secara berlebihan tidak terjadi.

Sayangnya, kata Rino, banyak orang tak sadar dengan hal itu. Orang cenderung keras kepala mencoba mengakali agar semua alat bisa dipakai bersamaan menggunakan arus listrik. “Padahal itu bahaya,” sambungnya.

Adapun bahaya yang dimaksud bisa berupa rusaknya alat-alat yang terhubung langsung dengan listrik. Bahkan, dalam kasus yang lebih serius, pemakaian listrik berlebihan dapat menyebabkan kebakaran.

schneider electric Miniature Circuit Breaker (MCB) dan Earth Leakage Circuit Breaker (ELCB).

Maka dari itu, bila sudah mengalami hal itu berkali-kali tandanya kapasitas beban daya di rumah-lah yang harus ditambah.

“Kita bisa hitung kok dari MCB yang terpasang saat ini berapa kapasitas dayanya. Nah apakah sudah sesuai dan cukup dengan alat-alat yang biasa kita gunakan?” ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa besaran Ampere (A) yang tertera pada MCB menggambarkan batas maksimal dari pemakaian tegangan 220 Volt--tegangan yang sekarang dipakai untuk jaringan listrik Indonesia--untuk daya terpasang di rumah.

“Untuk menghitung berapa kapasitas daya di rumah kalikan saja berapa Ampere MCB dengan 220 itu,” papar Rino.

Contohnya, MCB 6A untuk tegangan 220 Volt berarti batasan pemakaian daya listrik dalam satu waktu di rumah adalah 1.320 Watt. Kalau sudah sering jetrek tapi masih sibuk menggerutu dan mengakali saja MCB di rumah, risiko atas pemakaian beban berlebihan itu pun bakal ada di pundak pengguna.

Jadi, masih mau menyalahkan peralatan saat MCB di rumah sering "jetrek"?

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Penulis: Sri Noviyanti
Editor : Palupi Annisa Auliani
TAG: