Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Bukan Mitos, Anjing Benar-benar Bisa Memahami Kata-kata Manusia

Kompas.com - 08/09/2016, 19:41 WIB
Monika Novena,
Yunanto Wiji Utomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Anjing dikenal sebagai sahabat setia manusia. Sejak lama, para penggemar anjing bertanya-tanya apakah hewan tersebut bisa mengerti dengan apa yang mereka katakan.

Kini pertanyaan tersebut terjawab. Peneliti membuktikan bahwa anjing benar-benar dapat memahami perkataan manusia.

Baca juga: Kenapa Anjing Sangat Setia pada Manusia?

Studi terbaru menunjukkan bahwa anjing menggunakan otak bagian kiri untuk memahami kata-kata dan otak kanan bekerja untuk mengenali intonasi. Ini persis dengan cara kerja manusia memproses bahasa.

Artinya, anjing bisa membedakan saat manusia tidak konsisten menggunakan bahasa dan nada.

Contohnya, saat anjing dipuji, reward center di otaknya akan menyala. Bila manusia pemilik anjing mengatakan pujian dengan nada yang lesu dan sikap yang tak bersemangat, anjing akan mengetahui bahwa pujian itu tak tulus.


Reward center merupakan bagian otak yang merespon semua stimulus yang menyenangkan seperti makanan, seks, atau musik pada manusia.

"Manusia suka berbicara dengan anjing, kita memanggil mereka dengan nama, memuji mereka, menghardik mereka namun sangat sedikit yang tahu bagaimana anjing mengintepretasikan kata-kata," kata Attila Andics Peneliti di Universitas Eötvös Loránd Budapest, Hungaria, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (30/8/2016).

Baca juga: Apa yang Membuat Anjing Menjadi Agresif?

Peneliti melatih 13 anjing untuk berbaring tanpa bergerak di bawah sebuah pemindai MRI sehingga otaknya bisa diamati.

Kemudian, anjing diperdengarkan rekaman suara pelatih yang membuat beberapa kata, seperti "pintar", "bagus sekali," dan "anjing baik". Frasa ini diperdengarkan dalam nada yang wajar dan tidak wajar.

"Anjing mendengar kata-kata tersebut dengan berbagai intonasi. Mulai dari kata-kata dengan intonasi memuji, kata-kata pujian dengan intonasi netral dan juga kata-kata konjungsi netral yang tidak berarti untuk mereka," kata Anna Gábor, mahasiswa S-3 yang terlibat dalam penelitian ini.

"Kita kemudian meihat bagian otak yang membedakan antara kata-kata yang berarti dan tidak berarti, atau antara memuji dan intonasi non-memuji," lanjutnya.

Hasilnya menunjukkan sesuatu yang sangat menarik. Anjing memperhatikan apa yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakannya.

Mekanisme ini sangat mirip dengan yang terjadi pada manusia. Anjing juga dapat mengetahui arti kata dan intonasi kata.

Tim peneliti juga menemukan bahwa reward center anjing akan aktif jika mereka mendengar kata-kata pujian dengan intonasi memuji.

"Jadi anjing tidak hanya mengetahui apa yang kita katakan dan bagaimana kita mengatakannya, mereka juga bisa mengombinasikannya untuk menginterpretasikan apa sesungguhnya arti kata-kata. Sekali lagi ini sangat mirip dengan apa yang dilakukan dengan otak manusia," tambah Dr Andics.

Studi ini pertama kalinya dilakukan untuk mendalami bagaimana otak anjing memproses pembicaraan dan telah dipublikasikan dalam jurnal Science.

Baca juga: Apakah Anjing Bisa Tersenyum?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Video Pilihan Video Lainnya >

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com