Tersingkap, Halaman Keempat Situs Liyangan - Kompas.com

Tersingkap, Halaman Keempat Situs Liyangan

Kompas.com - 31/05/2015, 17:50 WIB
KOMPAS.com / FIKRIA HIDAYAT Tempat peribadatan di teras 3 Situs Liyangan, kaki Gunung Sindoro, Desa Purbosari, Ngadirejo, Temanggung, Jateng, Sabtu (22/11/2014). Dalam ekskavasi yang dilakukan BALAR Yogyakarta ditemukan reruntuhan rumah hunian yang diperkirakan berasal dari abad ke-6.

KOMPAS.com — Peneliti Balai Arkeologi Yogyakarta berhasil menyingkap halaman keempat Situs Mataram Kuno Liyangan di Desa Purbasari, Ngadireja, Temanggung, Jawa Tengah. Di sisi tenggara dan timur laut di halaman itu, terdapat bangunan candi yang dilengkapi 10 jaladwara atau saluran air.

Bagian kecil bangunan candi di halaman keempat ditemukan pada November 2014. Kemudian, halaman dan sebagian besar struktur candi dapat digali dan dimunculkan hari Senin (18/5/2015) saat Balai Arkeologi Yogyakarta menggelar ekskavasi pada 12-27 Mei 2015.

"Sama seperti bangunan candi di halaman satu, dua, dan tiga, candi di halaman keempat ini juga menghadap ke arah tenggara. Bedanya, candi di halaman empat ini dilengkapi jaladwara. Di bagian depan, yaitu sisi tenggara, terdapat empat jaladwara. Di bagian timur laut, ada enam saluran air, tetapi tinggal satu yang utuh," kata Ketua Tim Penelitian Situs Liyangan dari Balai Arkeologi Yogyakarta Sugeng Riyanto saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (29/5/2015).

Bangunan candi di halaman keempat ini sepanjang 5,5 meter dengan jaladwara di setiap sisinya. Di bagian atasnya, terdapat altar. Di bagian belakang candi, terdapat saluran air yang tergabung dengan struktur bangunan candi yang diduga berisi penampungan air yang menyatu dengan semua saluran air. Namun, seluruh struktur bangunan candi di bagian belakang itu belum terungkap karena tertimbun material vulkanik Gunung Sindoro.

Dengan penemuan halaman keempat ini, sejak 2008, Tim Penelitian Situs Liyangan Balai Arkeologi Yogyakarta telah menemukan empat halaman. Selain itu, diduga kuat masih ada halaman dengan struktur candi lain di sekitar kompleks Liyangan yang belum ditemukan. Hingga sekarang, luas Situs Liyangan yang diteliti mencapai tiga hektar.

Sebelumnya, arkeolog Pusat Arkeologi Nasional, Yusmaini Eriawati, mengungkapkan, 110 jenis keramik juga ditemukan di Liyangan.

"Benda-benda keramik ini berasal dari Tiongkok, peninggalan Dinasti Tang. Sebagian besar keramik buatan abad ke-9 hingga ke-10 Masehi. Periode ini sezaman dengan masa peradaban Liyangan sekitar abad ke-6 hingga abad ke-10," katanya. (ABK)

EditorYunanto Wiji Utomo
Komentar
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM