Jumat, 31 Oktober 2014

News / Sains

Jangan Lewatkan, Puncak Hujan Meteor Perseids 12-13 Agustus 2013

Sabtu, 10 Agustus 2013 | 17:41 WIB
MUTOHA.BLOGSPOT.COM Panduan melihat hujan meteor Perseids, 12-13 Agustus 2013.


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Seperti tahun-tahun sebelumnya, hujan meteor Perseids akan kembali meramaikan langit malam. Tahun ini, puncak hujan meteor Perseids diperkirakan terjadi antara 12 dan 13 Agustus 2013.

Batuan angkasa yang masuk ke Bumi akan terbakar dan terlihat sebagai kilatan cahaya. Jika beruntung, maka kita bisa melihat komet berukuran besar yang menghasilkan bola api dan bercahaya terang.

"Menurut Bill Cooke dari Divisi Meteroid di NASA, selama pengamatan malam itu kita akan dapat menyaksikan juraian cahaya meteor antara 60 dan 100 meteor setiap jamnya," tulis Mutoha Arkanuddin dari Jogja Astro Club di blognya, Sabtu (10/8/2013).

Menurut Mutoha, Perseids termasuk fenomena hujan meteor terbesar tahun ini. Peluang untuk melihat kilatan-kilatan cahaya meteor pun kali ini lebih besar karena bulan sedang memasuki fase bulan baru sehingga tak ada gangguan cahaya.

"Justru yang menjadi ancaman adalah kondisi atmosfer di lokasi observasi seperti awan, mendung atau bahkan hujan walaupun sekarang sebenarnya masih musim kemarau," ujar Mutoha.

Meteor-meteor Perseids adalah serpihan Komet Swift-Tuttle yang pernah melintas dekat Bumi. Komet tersebut kali pertama diamati pada 1862 oleh astronom AS, Lewis Swift dan Horace Tuttle.

Hasil pengukuran diketahui bahwa komet tersebut memiliki periode orbit 130 tahun. Komet kali terakhir mendekati Bumi pada tahun 1992 dan diperkirakan akan kembali tahun 2126.

Nama Perseids digunakan karena radian munculnya meteor akan berada dekat Rasi Perseus. Pada puncaknya tanggal 12-13 Agustus 2013 lepas tengah malam, Rasi Perseus berada di langit timur laut.

"Titik yang disebut sebagai Radiant ini berada sedikit di sebelah utara Mirfak, bintang paling terang di rasi Perseus. Sementara itu di sebelah selatannya, kita juga akan bisa menyaksikan Pleiades, gugusan bintang yang terlihat seperti gumpalan kabut kecil yang orang Jawa menyebutnya Kartika. Sedikit ke selatannya lagi kita akan melihat konfigurasi bintang yang dinamakan Rasi Orion yang terdiri atas 4 bintang yang membentuk segi empat dan 3 bintang yang berjajar di tengahnya. Rasi Orion dalam budaya Jawa dinamakan 'Lintang Waluku'," urai Mutoha.

Berdoa saja langit cerah dan jangan lewatkan hujan meteor Perseids.


Editor : Tri Wahono