Rabu, 30 Juli 2014

News / Sains

Makhluk Ini Setengah Manusia Setengah Kera

Jumat, 12 April 2013 | 10:08 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Ilmuwan baru-baru ini berhasil mengungkap karakteristik spesies Australopithecus sediba. Mereka mengungkap bahwa spesies tersebut memiliki karakteristik setengah manusia setengah kera.

A sediba adalah spesies kuno yang eksis sekitar 2 juta tahun lalu. Spesies ini adalah anggota bangsa Australopithecines. Dalam evolusi, perkembangan bangsa tersebut yang kemudian memunculkan spesies manusia.

Jeremy DeSilva dari Boston University yang menjadi pemimpin analisis fosil tulang A sediba menjelaskan, ada beberapa karakter yang menjadikan spesies tersebut dikatakan punya karakter manusia maupun kera.

Bagian atas tulang rusuk spesies itu mirip kera, tetapi bagian bawahnya mirip manusia. Sementara tulang tangan, kecuali bagian pergelangan tangan dan telapak tangan, mirip kera, yang menunjukkan adanya keahlian untuk memanjat.

Karakter gigi A sediba juga merupakan perpaduan antara manusia dan kera. Debbi Guatelli Steinberg dari Ohio University yang juga terlibat riset menuturkan, selain A sediba, spesies lain yang punya gigi mirip manusia adalah A africanus.

Ciri tulang kaki A sediba juga unik. Bagian telapak kaki belakang sempit sehingga tak mendukung gaya jalan tegak. Namun, tulang pinggul menunjukkan karakteristik yang mendukung berjalan tegak.

Dengan karakteristik itu, A sediba juga mempunyai gaya jalan yang khas. Jika manusia menapak tanah dengan bagian telapak kaki belakang lebih dulu, A sediba menapak tanah dengan bagian samping kaki lebih dulu. Selanjutnya, telapak kaki akan melingkar ke dalam.

Bagaimana jika manusia berjalan dengan gaya yang sama dengan spesies ini? DeSilva seperti dikutip AP, Kamis (11/4/2013), mengatakan, "Saya telah berjalan keliling kampus dengan cara ini dan ini menyakitkan."

A sediba memiliki karakteristik tulang kaki yang khas sehingga rasa sakit tidak muncul. DeSilva mengungkapkan, karakteristik spesies itu dikembangkan untuk mendukung aktivitas memanjat sekaligus berjalan tegak di tanah.

Meski karakteristik A sediba telah diketahui, ilmuwan belum bisa menyimpulkan apakah memang A sediba nenek moyang langsung spesies manusia. Ilmuwan juga belum mengetahui apakah A sediba lebih dekat kekerabatannya dengan manusia dibanding A africanus.


Penulis: Yunanto Wiji Utomo
Editor : yunan
Sumber: