Senin, 1 September 2014

News / Sains

Ditemukan, Amfibi Unik Pemakan Lemak Kulit

Selasa, 26 Maret 2013 | 11:36 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Ilmuwan menemukan spesies baru amfibi yang senang memakan kulit. Spesies ini adalah jenis pertama yang ditemukan di Guyana Prancis dalam 150 tahun terakhir.

"Apa yang kami temukan adalah satu lagi jenis pemakan kulit, tapi yang terpenting, ini adalah spesies yang jauh kekerabatannya dengan pemakan kulit lain. Artinya, hewan pemakan kulit ini mungkin adalah nenek moyang dari caecilian," kata Emma Sherrat dari Harvard University yang menemukan spesies ini saat meneliti di Natural History Museum, London.

Caecilian adalah golongan amfibi, seperti katak dan salamander, yang tak memiliki kaki. Fauna yang masuk jenis ini kadang dianggap sebagai cacing karena kemiripan bentuknya.

Fauna ini memiliki warna pink hingga kelabu. Tubuhnya terdiri atas segmen-segmen yang menyerupai cincin. Berbeda dengan cacing, caecilian memiliki gigi yang tajam untuk memakan cacing dan kutu. Mata fauna ini tertutup tulang sehingga hampir buta. Sebagai organ sensosrik, hewan ini memiliki sejenis tentakel di kepala yang mendeteksi berdasarkan komposisi kimia lingkungan.

Spesies baru yang ditemukan bernama Microcaecilia dermatophaga. Jenis hewan itu unik karena lebih pink dari kerabat terdekatnya. Minimnya pigmen juga membuat hewan ini tampak kelabu.

Hewan ini disebut pemakan kulit karena perilakunya saat masih "bayi". Saat memiliki anakan, induk jenis ini menumbuhkan lapisan lemak tambahan pada kulit. Anakan lalu memakan lapisan itu. Anakan memiliki gigi khusus untuk melakukannya. Saat beranjak dewasa, gigi tersebut digantikan dengan gigi lain.

Menurut ilmuwan, penemuan spesies ini membantu menguraikan evolusi fauna golongan caecilian. Hingga kini, masih banyak yang belum tergali dari spesies itu.

"Dari perspektif evolusi, menemukan hewan pemakan kulit yang lain berarti memberikan kita pemahaman yang lebih baik kapan fauna ini mulai berevolusi. Mungkin hewan ini sudah berevolusi sekian kali dan menjadi spesies kunci dalam evolusi. Dalam hal ini, caecilian telah mengembangkan perilaku memelihara anak sangat awal dalam evolusinya," papar Sherrat.

Sherrat mengungkapkan, caecilian mungkin telah eksis sejak masa dinosaurus dan survive ketika dinosaurus punah.

"Estimasi molekuler memberitahukan pada kita bahwa mereka kurang lebih berumur 250 juta tahun, yang berarti caecilian survive dari apapaun yang membunuh dinosaurus dan spesies lain. Dari itu, saya pikir fauna ini istimewa," jelas Sherrat seperti dikutip Physorg, Senin (25/3/2013). Temuan ini dipublikasikan di jurnal PLOS One.


Penulis: Yunanto Wiji Utomo
Editor : yunan
Sumber: