Minggu, 21 Desember 2014

News / Sains

Penyakit Unggas

Serangga Sebarkan Cacar Unggas

Jumat, 23 November 2012 | 09:55 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Para ahli berpendapat penyakit cacar unggas yang dialami jenis burung dada besar (great tits) di Inggris disebarkan oleh serangga. Temuan ini dipublikasikan dalam tiga laporan pada jurnal Plos One.

Penyakit ini pertama kali ditemukan di sebelah tenggara Inggris pada 2006 dan telah menyebar secara cepat di seluruh penjuru negara itu. Penyakit ini menyebabkan semacam pembesaran pada bagian paruh dan mata. Penelitian terbaru menunjukkan jenis virus itu berasal dari Skandinavia atau Eropa Tengah. Kemungkinan besar, terbawa melalui gigitan serangga, seperti nyamuk.

"Luka yang diderita burung bisa sangat parah. Dampaknya sangat signifikan pada burung," ungkap Becki Lawson, dokter hewan dari Zoological Society of London, Kamis (22/11/2012).

Virus itu bagian dari penyebab penyakit cacar atau penyakit kulit. Cacar pada unggas biasanya menginfeksi burung, seperti sejenis burung pipit dan jalak.

Meskipun penyakit ini dapat menular antarburung, peneliti tidak berpikir burung dada besar membawanya ke negara itu. Ini karena burung dada besar tidak bermigrasi melintasi Terusan Inggris.

"Sepertinya penularan lebih karena serangga pembawa, seperti nyamuk yang pindah lokasi karena manusia atau terbawa angin," ungkap Lawson.

Pemantauan burung telah dilakukan selama 50 tahun di Wytham Woods di Oxford. Peneliti University of Oxford menemukan bahwa sebagian besar spesies burung bisa terpapar virus, tetapi burung dada besar yang paling rentan, terutama pada burung usia remaja.

Mike Tom, dari British Trust for Ornitology, tidak melihat dampak penyakit ini pada level populasi. Namun, ia mengatakan, prinsip kewaspadaan sangat diperlukan. Ini karena penyakit dapat menyebar antarburung serta permukaan yang terkontaminasi virus.

Tom merekomendasikan agar stasiun pakan dan pemberi pakan tetap bersih, antara lain dengan mencuci dan mengeringkan peralatan setiap pekan atau sesering mungkin. Ia menegaskan, penyakit ini tidak dapat menular dari burung ke manusia.


Penulis: Ichwan Susanto
Editor : Nasru Alam Aziz
Sumber: