Selasa, 2 September 2014

News / Sains

Tanduk dan Kapak Purba Ditemukan di Pati

Senin, 12 November 2012 | 16:45 WIB

KUDUS, KOMPAS.com - Warga dan pengelola Situs Patiayam, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menemukan kapak jenis perimbas dan tanduk banteng purba dari zaman paleolitikum. Temuan itu memperkaya koleksi situs di wilayah kubah Pegunungan Muria itu.

Anggota Forum Pelestari Situs Patiayam dan juga anggota Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia, Sancaka Dwi Supani, Minggu (11/11/2012), mengatakan, kapak perimbas untuk memotong pohon, tulang binatang, dan menguliti binatang buruan.

Kapak perimbas diperkirakan berasal dari zaman paleolitikum ketika manusia prasejarah berburu dan meramu. Masa itu sejak dua juta tahun hingga 10.000 tahun lalu. ”Berapa usia dan jenis batu kapak, kami belum dapat menentukan. Kami butuh ahli dari Balai Arkeologi untuk menentukannya,” kata Sancaka.

Adapun tanduk banteng purba, walaupun terpecah menjadi sejumlah bagian, masih bisa disatukan.

Menurut Sancaka, temuan itu memperkuat keberadaan manusia prasejarah pada zaman batu tua. Beberapa tahun lalu, warga setempat juga menemukan fosil manusia prasejarah berupa pecahan tengkorak dan rahang bawah Homo erectus.

”Hingga November 2012, kami telah menemukan 31 fosil baru di Situs Patiayam. Sebelumnya, temuan-temuan yang diidentifikasi ada 1.203 fosil. Paling banyak fosil gajah purba,” katanya.

Untuk mengembangkan kawasan wisata peninggalan prasejarah Situs Patiayam, Pemerintah Kabupaten Kudus membangun rumah fosil dan kawasan wisata. Dana untuk rumah fosil sebesar Rp 3,5 miliar.

Kepala Seksi Sejarah dan Purbakala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kudus Sutiyono mengemukakan, tahun ini pembangunan rumah fosil telah dimulai. Dana untuk tahap pertama Rp 394 juta.

”Selama ini, fosil-fosil disimpan di rumah warga. Kami berharap akhir tahun ini fosil-fosil itu bisa dipindah dan dipajang di rumah fosil yang sedang dibangun,” kata dia.


Penulis: Alb. Hendriyo Widi Ismanto
Editor : yunan
Sumber: