Jumat, 21 November 2014

News / Sains

UPAYA KONSERVASI

Pohon Kita, Aplikasi Penanaman Virtual di Hutan Koridor Halimun Salak

Rabu, 19 September 2012 | 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com -  Chevron Geothermal Salak bersama Greenweb Indonesia meluncurkan aplikasi Pohon Kita, permainan online dalam situs jejaring sosial www.green.web.id untuk para penggiat lingkungan.

Melalui permainan ini, anggota Greenweb bisa melakukan penanaman virtual di hutan koridor Halimun-Salak, Jawa Barat, sebagai bagian dari program konservasi Green Corridor Initiative (GCI) atau. Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak.

Dali Sadli Mulia, Project Manager Green Corridor Initiative Chevron, Rabu (9/19/2012) di Jakarta menyebutkan, upaya restorasi hutan koridor itu mencapai luasan 500 hektar. Lokasinya, difokuskan di daerah dengan kondisi terparah atau kritis.

Prioritas ini sesuai dengan Rencana Aksi Restorasi Koridor Halimun Salak yang telah dicanangkan oleh Balai TNGHS. "Luas hutan koridor adalah 4.206 hektare. Dan terdapat beberapa area yang gundul di sejumlah titik. Namun kami memusatkan pemulihan kawasan kembali di area yang dianggap paling kritis karena akan mengancam ekosistem disana," kata Dali.

Sebagai informasi, Pohon Kita adalah sebuah aplikasi yang ada di situs www.green.web.id. Disini, mereka diminta untuk berjejaring sebanyak mungkin dengan anggota lain, dan menanam pohon secara virtual.

Anggota Greenweb dapat memilih dan merawat sendiri pohon-pohon seperti Rasamala, Huru, Honje, Manglid Baros dan Saninten yang merupakan flora asli area hutan koridor Halimun-Salak. Kemudian, pohon yang mereka tanam secara virtual akan ditanam langsung di lokasi pada saat musim penghujan di area konservasi koridor Halimun-Salak.

Selama periode Agustus hingga November 2012, Greenweb menyediakan total hadiah sebesar Rp 30 Juta untuk tiga orang pemenang yang berhasil menanamkan pohon terbanyak di aplikasi Pohon Kita. Para pemenang itu akan diajak berekowisata dengan meninjau langsung kawasan konservasi Halimun-Salak.

Selain itu, jumlah seluruh pohon yang dimainkan dalam Pohon Kita akan ditanam langsung di lokasi area konservasi dengan menyertakan nama pemain sebagai pengadopsi pohon dalam program konservasi Green Corridor Initiative (GCI) atau Prakarsa Lintasan Hijau Halimun Salak .

Tentu saja, Greenweb tidak hanya menampilkan aktivas GCI, namun semua prakarsa nyata dan gaya hidup hijau di Indonesia. Ia berharap, melalui Pohon Kita, bisa menjembatani hasrat kaum muda untuk terlibat dengan konservasi lingkungan secara nyata

"Membangun keterlibatan kaum muda secara nyata dalam persoalan kerusakan lingkungan itu yang sulit. Kebanyakan dari kita, tidak benar-benar sadar hubungan antara kerusakan lingkungan dengan kehidupan sehari-hari. Atau, apabila sadarpun, banyak yang tidak yakin tindakan yang dilakukan benar-benar berdampak," jelas Tantyo Bangun, co-founder Greenweb Indonesia.

Sejak didirikan pada April 2012 hingga saat ini, Greenweb telah menjaring sekitar 1.300 anggota aktif yang terus bertambah. Diharapkan, permainan online ini akan lebih menambah semangat kaum muda untuk terlibat dalam aksi sekecil apapun demi penyelamatan lingkungan.

Sementara Green Coridor Initiative atau GCI merupakan kerjasama Chevron Geothermal Salak dengan Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (Balai TNGHS), Yayasan Kehati, Jaringan Masyarakat Koridor (Jarmaskor) dan beberapa mitra lainnya.

Upaya restorasi hutan koridor ini juga bermaksud memulihkan alur migrasi fauna liar khas area konservasi TNGHS. Diantaranya Owa Jawa (Hylobates moloch), Surili (Presbytis commata), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Elang Jawa (Spizateus bartelsi), dan Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas).

Upaya ini dilakukan dengan melibatkan partisipasi masyarakat, baik dalam kegiatan restorasi, pemberdayaan masyarakat maupun perlindungan dan pelestarian hutan koridor.

Dalam program GCI, Chevron menyediakan dana 1 juta dollar AS untuk pemberdayaan masyarakat dan penanaman pohon di area seluas 500 hektar selama lima tahun ke depan. Tahun ini, kegiatan menanam akan dilaksanakan di hutan koridor seluas 80 Hektar mulai September 2012 ini.


Penulis: Ichwan Susanto
Editor : Robert Adhi Ksp