Sabtu, 1 November 2014

News / Sains

Sungai Yangtze Tiba-tiba Berubah Jadi Merah Darah

Senin, 10 September 2012 | 14:23 WIB

BEIJING, KOMPAS.com — Air sungai terpanjang di China, Sungai Yangtze, tiba-tiba berubah warna menjadi merah darah. Para pejabat mengatakan, mereka tidak tahu mengapa hal ini terjadi.

Adalah warga kota barat daya Chongqing yang pertama kali melihat bahwa air Sungai Yangtze yang dijuluki "aliran air emas" ini berubah warna pada Kamis (6/9/2012) lalu.

Air sungai yang berwarna merah ini dilaporkan terjadi di Chongqing, yang merupakan pusat industri terbesar di barat daya China. Meski demikian, fenomena yang sama juga dijumpai di beberapa titik lain.

Pejabat lingkungan setempat menduga polusi industri dan lumpur yang dibawa oleh banjir baru-baru ini sebagai penyebab memerahnya air Sungai Yangtze. Namun, hal ini belum dapat dipastikan.

Emily Stanley, profesor limnologi (studi perairan tawar) di University of Wisconsin, mengatakan, "Ketika air berubah menjadi merah, yang dipikirkan oleh kebanyakan orang adalah air pasang merah. Tetapi, ganggang yang menyebabkan air pasang merah hidup di laut, bukan air tawar, sehingga sangat tidak mungkin hal ini terkait dengan fenomena itu."

Air tawar sesekali memang bisa berubah warna menjadi merah karena alasan biologis. Contoh, danau di Texas berubah merah di musim panas tahun lalu. Tetapi, hal ini paling sering disebabkan oleh bakteri yang menghasilkan warna dalam kondisi air yang kurang oksigen. Karena air sungai terus mengalir dan mengalami pengadukan, maka kondisi kekurangan oksigen jarang ditemui.

Setelah meninjau beberapa gambar sungai di Chongqing yang berwarna merah, Stanley menarik kesimpulan bahwa ini merupakan akibat yang ditimbulkan dari kegiatan manusia.

"Sepertinya ini fenomena polutan. Air secara cepat berubah menjadi merah di masa lalu karena orang telah membuang pewarna ke dalamnya," tutur Stanley.

Desember lalu, pewarna juga menyebabkan berubahnya air sungai lain di China, Jian, menjadi merah tua. Diketahui, ada pabrik ilegal yang memproduksi pewarna untuk bungkus kembang api.

Stanley mengungkapkan, lumpur merah memang bisa menyebabkan perubahan warna sungai. Namun, jika hal itu yang terjadi, maka Sungai Yangtze akan dipenuhi lumpur. Ia meyakini perubahan warna kali ini disebabkan oleh aktivitas manusia.


Penulis: Anmaria Redi Pinta Dasyanti
Editor : yunan
Sumber: