Jumat, 25 Juli 2014

News / Edukasi

14 Negara Bahas Konstruksi Ramah Lingkungan di UGM

Jumat, 17 Agustus 2012 | 12:56 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Sekitar 70 pakar teknik sipil dari 14 negara akan berkumpul di Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, untuk membahas perkembangan konstruksi bangunan ramah lingkungan dalam konferensi "1st International Sustainable Civil Engineering Structures and Construction Materials", 11-13 September mendatang. Konferensi yang mengambil tema "Enhancing the Role of Civil Engineering in Sustainable Environment" itu melibatkan pakar-pakar mulai dari Jepang, Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Swiss, Singapura, Taiwan, Indonesia, Thailand, Malaysia, Iran, Pakistan, Macedonia, sampai Montenegro.

Anggota Komite Organisasi (OC) konferensi, Ali Awaludin, mengatakan bahwa konferensi ini bertujuan untuk menyebarluaskan dan menyinergikan berbagai informasi hasil riset ilmiah terbaru dan pencapaian di kalangan teknik sipil di seluruh dunia. Pasalnya, lanjut Ali, teknik sipil terus berkembang pesat baik dalam hal teknologi maupun material.

"Kemajuan teknik sipil di dunia berkembang cukup pesat dan saat ini sedang fokus pada pembangunan yang berkelanjutan. Untuk itu dalam konferensi tersebut akan banyak dibahas tentang konsep teknik sipil yang konstruksinya ramah lingkungan, pemanfaatan bahan yang terbarukan, dan bahan yang sudah ada tetapi masih bisa dimanfaatkan kembali," tambahnya.

Konferensi akan membahas berbagai isu, mulai dari konstruksi bangunan yang ramah lingkungan sampai pemanfaatan bahan yang bisa didaur ulang. Sejumlah pembicara kunci akan dihadirkan, yaitu Prof. Bambang Suhendro dari UGM, Prof. Harald S Mueller dari Karlsruhe Institute of Technology (KIT) Jerman, dan Prof. Tamon dari Hokkaido University Jepang.

Selain itu, perwakilan sejumlah institusi dan industri juga akan hadir untuk mengisi konferensi ini. Setidaknya, ada 70 makalah yang akan dipresentasikan, 25 di antaranya berasal dari luar negeri. Setelah itu, peserta akan diajak untuk melakukan technical tour ke Balai Konservasi Candi Borobudur.


Editor : Caroline Damanik
Sumber: