Yunanto Wiji Utomo
Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, dalam peresmian Pisar Airborne Campaign di Bandung, Rabu (8/8/2012).
BANDUNG, KOMPAS.com - Menteri Riset dan Teknologi, Gusti Muhammad Hatta, meresmikan Pisar Airborne Campaign, kerja sama iptek antara Indonesia dan Jepang dalam teknologi penginderaan jauh.
Peresmian dilakukan di kawasan PT Dirgantara Indonesia di Bandung pada Rabu (8/8/2012). Hadir dalam peresmian Duta Besar Jepang untuk Indonesia, Yoshinori Katori, serta kepala PT Dirgantara Indonesia, BPPT, dan LAPAN.
Dalam kerjasama ini, Indonesia mendukung uji coba sensor Pi- SAR L2 yang nantinya akan digunakan Jepang untuk dipasang di satelit ALOS 2. Satelitnya sendiri akan diluncurkan pada tahun 2013.
Dalam sambutannya, Gusti mengungkapkan, "Japan Airborne Campaign memiliki arti penting bagi kedua belah pihak dalam penginderaan jauh, sekaligus mampu menjawab tantangan dalam perubahan iklim dan kebencanaan."
Menurut Gusti, kerja sama ini penting untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam penginderaan jauh. Kemampuan ini penting karena Indonesia memiliki cakupan wilayah luas dengan beragam tantangan.
Deputi Kepala Bidang Teknologi Pengembangan Sumber Daya Alam Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Ridwan Jamaluddin, mengatakan bahwa dalam kerja sama tersebut, Indonesia mengupayakan lima aplikasi.
"Ada 5 aplikasi yaitu forest carbon monitoring, ship detection untuk melihat kapal yang lewat, vulcanic detection untuk mitigasi kebencanaan, geometric evaluation, serta crop monitoring," urai Ridwan.
Aplikasi tersebut juga bermanfaat bagi Indonesia. Dengan monitoring panen misalnya, Indonesia bisa memperkirakan produksi beras. Sementara, monitoring gunung api membantu Indonesia memantau aktifitas gunung api.
Ujioba telah dilakukan. Di antaranya, pada 5 Agustus 2012 lalu, dilakukan pemantauan di Riau untuk memperkirakan karbon yang tersimpan di hutan wilayah itu serta di Anak Krakatau untuk memantau aktivitas gunung api.
"Hari ini akan akan dilakukan uji coba untuk memonitor aktivitas gunung Gamalama dan pesawat akan langsung terbang ke Jepang lewat Filipina," kata Ridwan yang ditemui usai peresmian.