Minggu, 19 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 19 Mei 2013 | 08:24 WIB
Penenggelaman Paus, Opsi Paling Tepat
Penulis : Yunanto Wiji Utomo | Selasa, 31 Juli 2012 | 01:43 WIB
Dibaca:
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Paus sperm whale yang terdampar di Pantai Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, ditarik ke tengah laut dan dilepas di kedalaman air 19,8 meter, Sabtu (28/7). Setelah terjebak di kedalaman air 1,5 meter sejak Rabu lalu, lewat upaya tim relawan gabungan, akhirnya paus berhasil kembali ke laut lepas sekitar pukul 16.00 wib.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana penenggelaman paus sperma di perairan Pulau Kotok, Kepulauan Seribu, pada Selasa (31/7/2012) dinilai sebagai langkah yang tepat. Pasalnya, paus adalah salah satu jenis hewan yang dilindungi oleh undang-undang.

Bangkai paus sperma yang terdampar di Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat, itu menurut jadwal akan ditenggelamkan mulai pukul 07.00 atau 08.00 pagi. Paus itu merupakan paus sperma yang sama dengan yang ditemukan di Pakis Jaya, Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (25/7/2012).

Ketua Jakarta Animal Aid Network (JAAN) Pramudya Harzani menyatakan, penenggelaman bangkai paus adalah langkah paling tepat. "Paus ini adalah hewan yang dilindungi berdasarkan UU No 5 Tahun 1990 tentang Sumber Daya Alam dan Konservasi," ujarnya kepada Kompas.com, Senin (30/7/2012).

Selain itu, kata Pram, bangkai paus sperma yang mati tersebut tidak bisa dipotong-potong ataupun dimakan. Penenggelaman paus merupakan tindakan tepat karena bangkai bisa terdekomposisi secara alami.

"Paus ini tidak bisa dipotong-potong karena tidak etis. Selain itu, kalau dipotong justru bisa menyebarkan penyakit. Paus mungkin juga memiliki kandungan merkuri yang tinggi karena lingkungannya, jadi berbahaya kalau dimakan," tambahnya.

Menurutnya, penenggelaman juga merupakan salah satu tujuan penyelamatan karena menumbuhkan kecintaan pada mamalia laut. Jadi, bangkainya pun perlu mendapat perlakuan baik.

Terkait dengan terdamparnya lagi paus di Muara Gembong setelah penyelamatan, Pram mengatakan bahwa tim penyelamat sudah berusaha maksimal dan berhasil melepas paus dalam keadaan hidup. Namun, masa depan paus di lautan memang tak dapat dipastikan.

Pram menjelaskan, upaya penyelamatan yang sebelumnya sebenarnya merupakan keberhasilan yang diraih atas dasar kepedulian. Jika paus mati terdampar kembali, maka kematian itu sudah bukan tanggung jawab tim penyelamat.

Sejumlah tim yang ikut serta dalam penyelamatan antara lain dari JAAN, Global Dive, dan Kopassus. Penenggelaman pada Selasa akan dimulai sekitar pukul 07.00-08.00 WIB pagi. Wilayah Kepulauan Seribu dipilih karena merupakan kawasan konservasi terdekat dengan Muara Gembong.

Editor :
Asep Candra