Senin, 20 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Senin, 20 Mei 2013 | 02:13 WIB
Paus Terdampar, Kementerian Kehutanan Diminta Bertindak
Senin, 30 Juli 2012 | 14:52 WIB
Dibaca:
|
Share:

KOMPAS/LASTI KURNIA
Paus sperm whale yang terdampar di Pantai Tanjungpakis, Karawang, Jawa Barat, ditarik ke tengah laut dan dilepas di kedalaman air 19,8 meter, Sabtu (28/7). Setelah terjebak di kedalaman air 1,5 meter sejak Rabu lalu, lewat upaya tim relawan gabungan, akhirnya paus berhasil kembali ke laut lepas sekitar pukul 16.00 wib.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktivis lingkungan meminta Kementerian Kehutanan bertindak untuk menyelamatkan bangkai seekor paus sperma yang ditemukan mati di Muara Gembong, Bekasi, agar tidak dikonsumsi warga.

Seorang aktivis dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mengatakan paus itu adalah paus yang sempat diselamatkan dan dikembalikan ke perairan dalam Sabtu (28/07) lalu, setelah ditemukan terdampar di perairan dangkal Pantai Pakis, Bekasi.

"Paus ini sama dengan yang di Pantai Pakis. Saat kami kembalikan ke laut, paus itu dalam kondisi hidup," kata Pram dari JAAN pada BBC Indonesia.

Sebelumnya, Kepala Pusat Komunikasi Kementrian Perhubungan, Bambang S Ervan mengatakan paus berbobot dua ton itu berhasil ditarik oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, KPLP Tanjung Priok, kepolisian dan relawan serta Kementerian Perhubungan dari perairan dangkal ke perairan yang lebih dalam.

JAAN menyayangkan permintaan warga sekitar lokasi untuk memotong bangkai paus untuk dikonsumsi.

Pram mengatakan Kementerian Kehutanan sebagai pihak yang memiliki otoritas dalam hal ini agar segera bertindak.

"Kami mengecam keras permintaan warga itu karena paus dilindungi UU No 5/1990 tentang sumber daya alam dan konservasi," kata dia.

"Kami berharap Kemenhut sebagai otoritas bertindak, Kemenhut hingga saat ini belum bergerak sama sekali," tambahnya.

Ia berharap bangkai paus itu dapat ditenggelamkan ke dasar laut atau digunakan untuk keperluan penelitian ilmu pengetahuan.

Sejumlah pejabat berwenang di Kemenhut yang dihubungi BBC Indonesia tidak mengangkat telepon genggam mereka.

Keberadaan paus sperma itu pertama kali diketahui para nelayan di Pantai Pakis Rabu lalu dalam kondisi lemah dan ada luka di punggung setelah penduduk setempat mencoba memanjat paus untuk menariknya ke laut dalam sebelum tim penyelamat tiba di lokasi.

Sumber :
Editor :
yunan