Shutterstock
Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com - Dwi Yuliantoro dan Isabella Tirtowallujo, ilmuwan Indonesia yang berkarya di Michigan State University, menggagas pembuatan portal yang menampung data informasi, jurnal dan koleksi penelitian.
Portal tersebut akan menampung data dari setiap lembaga di Indonesia seperti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), pusat-pusat kajian di setiap universitas, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan lembaga lainnya.
Selain sebagai portal, database ini direncanakan juga akan menghimpun data baru yang bukan hanya berasal dari kaum akademisi, namun juga budayawan. Produk-produk seni asli Indonesia juga dapat diakses di situs ini. Dwi dan timnya bersedia untuk mendampingi siapapun yang ingin menyumbang data ke dalam database.
Ke depan, data pada portal ini ditargetkan bisa diakses oleh siapapun. Prinsip dasar yang dimiliki adalah bahwa seluruh data pada setiap lembaga berhak diakses oleh masyarakat, tak cuma kalangan akademisi.
"Setiap kali siapapun punya kemampuan mengakses internet, mereka boleh mengakses data ini secara gratis sampai kapan pun," ungkap Dwi dalam ajang Panggung Inovasi I4 Festivation yang digelar Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I4), Sabtu (14/7/2012) di Gedung RRI, Jakarta.
Ketika ditanya mengenai kapan database ini dapat diakses, Dwi optimis, akhir tahun ini database sudah dapat diakses.
"Selama dua tahun, database ini akan kami kembangkan secara intensif. Namun, sebelum teman-teman kembali ke luar negeri akhir tahun ini, database harus sudah dapat diakses."
I4 Festivation diadakan dengan tujuan menjadi wadah bagi para ilmuwan untuk saling bertukar pikiran mengenai temuan dan ide mereka. Hasil tukar pikiran mereka ini kemudian dibagikan kepada masyarakat luas dalam Panggung Inovasi.
