Partikel Tuhan Bukan Satu-satunya - Kompas.com

Partikel Tuhan Bukan Satu-satunya

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 09/07/2012, 21:25 WIB

KOMPAS.com — Penemuan partikel yang konsisten dengan Higgs Boson atau jamak disebut "Partikel Tuhan" oleh Organisasi Riset Nuklir Eropa (CERN) tak cuma menggembirakan bagi ilmuwan, tapi juga membuat publik penasaran.

Salah satu yang membuat penasaran adalah nama Partikel Tuhan tersebut. Mengapa Higgs Boson disebut demikian. Hal itu telah diulas dalam artikel "Adakah Hubungan Partikel Tuhan dengan Tuhan?"

Namun sebenarnya, Higgs Boson ini bukan satu-satunya partikel yang terdengar "keren" dari namanya. Masih ada partikel lainnya yang tak kalah penting. Apa saja partikel itu?

Quarks
Quarks adalah partikel yang membangun proton dan netron, bagian dari inti atom. Quark tidak pernah sendiri, selalu ada dalam kelompok. Gaya yang mengikat satu quark dengan yang lain semakin kuat ketika jaraknya semakin jauh. Jadi, sekali quark yang bebas tak pernah didapatkan di alam. Quark sendiri punya beberapa "rasa", yaitu up, down, charm, strange, top, dan bottom.

Sparticle
Sparticle adalah kependekan dari supersymmetry particle. Partikel ini merupakan partikel yang diprediksikan dalam teori Supersymmetry, teori yang meyakini bahwa setiap partikel punya pasangan. Misalnya, pasangan elektron adalah selektron, pasangan quark adalah squark, dan pasangan photon adalah photino.

Neutrino
Neutrino adalah partikel yang sangat ringan, subpartikel yang berputar dengan kecepatan hampir sama dengan kecepatan cahaya. Tanpa disadari, neutrino setiap hari menghujani manusia, bersumber dari Matahari, sinar kosmik, maupun ledakan bintang di semesta.

Antimateri
Seperti namanya, antimateri bisa dikatakan lawan dari materi. Setiap materi memiliki antinya. Antimateri memiliki massa sama dengan materi, tetapi muatan listriknya berlawanan. Saat materi dan antimateri bertemu, keduanya akan saling menghilangkan. Contohnya, antiproton adalah anti dari proton.

Graviton
Graviton merupakan partikel yang secara teoretis membawa gaya gravitasi. Graviton sulit ditemukan sebab berinteraksi lemah dengan materi.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
    PenulisYunanto Wiji Utomo
    EditorTri Wahono
    Close [X]
    Radio Live Streaming
    Sonora FM • Motion FM • Smart FM