Kamis, 7 Juni 2012

News

Coral Triangle Day, Bangun Kesadaran Pelestarian Terumbu Karang

  • Penulis :
  • Yunanto Wiji Utomo
  • Kamis, 7 Juni 2012 | 15:01 WIB
Terumbu karang Montipora sp dikelilingi ikan indikator dalam perairan Pulau Pisang Gadang, Kota Padang, Sumatera Barat, Sabtu (26/5/2012). Kerapatan terumbu karang baru mulai terlihat di kawasan perairan itu setelah upaya konservasi dilakukan warga setempat. | KOMPAS/INGKI RINALDI

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk pertama kalinya, pada tahun ini akan ada satu hari khusus untuk membangun kesadaran pentingnya ekosistem terumbu karang dan pelestariannya. Hari untuk membangun kesadaran publik pada pelestarian terumbu karang tersebut disebut Coral Triangle Day (CTD), jatuh pada 9 Juni, sehari setelah Hari Kelautan Se-Dunia.

Pada peringatan pertama kalinya, di Indonesia akan digelar serangkaian acara perayaan yang dipusatkan di wilayah Pantai Kedonganan, Jimbaran, Bali. Sejumlah acara yang akan digelar antara lain festival pantai, bersih pantai dan karang, seminar kelautan, pemutaran film dan kompetisi memasak dari seafood berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Selain itu, nantinya akan digelar parade ogoh-ogoh yang melambangkan spesies unik laut seperti penyu, hiu, tuna dan pari manta. Direktur Eksekutif WWF-Indonesia, Dr Elfriansjah, mengatakan, "Perayaan CTD adalah bentuk perhatian publik terhadap masalah-masalah pengelolaan sumber daya laut kita agar bisa diperbaiki."

Perayaan ini juga akan digelar di negara-negara yang masuk kawasan Segitiga Terumbu Karang, yaitu Malaysia, Flipina, Timor Leste, Papua Nugini dan Kepulauan Solomon. Perayaan CTD di Bali terselenggara berkat kerjasama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), WWF Indonesia, Kelompok Pemuda Eka Canth Kedonganan dan komunitas Turtle Guard Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana.

Direktur Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, KKP, dalam konferensi pers Kamis (7/6/2012), mengatakan bahwa pada 9 Juni nanti, KKP akan mendeklarasikan visi baru pengelolaan kelautan. "Akan dibicarakan bahwa pembangunan kelautan harus didasarkan pada blue economy dan social inclusive, tidak hanya kalangan tertentu saja," katanya.

Editor : A. Wisnubrata

Berita Terkait