Sabtu, 26 Juli 2014

News / Regional

Ekspedisi Cincin Api

Manusia Purba Versi Rakyat Flores

Minggu, 3 Juni 2012 | 16:44 WIB

RUTENG, KOMPAS.com — Tim Ekspedisi Cincin Api Kompas menengok Liang Bua di Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, Minggu (3/6/2012). Ini sebuah goa kuno yang menjadi tempat tinggal manusia purba yang hidup pada 94.000 tahun silam.

Tim ekspedisi tiba di goa di pegunungan itu pada sore hari. Goa itu merupakan cekungan berukuran besar, dengan mulut selebar lebih dari 15 meter dan kedalaman sekitar 7 meter. Langit-langit berupa batu dengan ujung menggelantung.

"Ini tempat asal-usul nenek moyang manusia zaman dulu," kata Lorens Hena (35), warga di Desa Liang Bua.

Masyarakat setempat meyakini manusia purba itu berukuran pendek, setinggi 80 cm-100 cm. Penampilan mendekati bentuk monyet, tetapi sudah punya kemampuan berburu. Mereka makan binatang, seperti tikus atau kelelawar.

Lorens Hena termasuk salah satu warga yang diajak para peneliti arkeologi untuk menggali fosil manusia purba di dalam goa tersebut sejak awal tahun 2000-an. Menurut catatan arkeologi, salah satu fosil manusia purba yang pernah ditemukan di situ disebut Homo floresiensis yang hidup sekitar 94.000 tahun lalu. Karena ukuran tubuh kecil, mereka juga kerap dinamakan manusia hobbit (kate).

Sebelum digali untuk penelitian, goa besar ini pernah dipakai untuk tempat sekolah, yaitu mulai tahun 1960-an sampai 1970-an. Sekolah Rakyat, tempat anak-anak kampung belajar.

"Kadang, goa ini dulu juga dipakai untuk upacara adat dan persembahan sesaji untuk leluhur," kata Lorens Hena.


Penulis: Ilham Khoiri
Editor : Nasru Alam Aziz