Selasa, 23 September 2014

News / Internasional

Bavaria Akan Terbitkan Memoar Hitler

Kamis, 26 April 2012 | 02:51 WIB

JERMAN, KOMPAS.com Bavaria, negara bagian di Jerman, berencana menerbitkan memoar Hitler, Mein Kampf (Perjuangan Saya) pada 2015, sebelum hak cipta buku itu berakhir.

Buku itu dilarang oleh undang-undang Jerman. Namun, Bavaria menggunakan kepemilikan hak cipta untuk mencegah publikasi edisi bahasa Jerman sejak tahun 1945. Pembatasan hak cipta ini berakhir tahun 2015, 70 tahun setelah kematian Hitler.

Pemerintah Bavaria mengatakan mereka menyiapkan satu edisi untuk mahasiswa dan mencakup komentar kritis.

Hitler menulis Mein Kampf pada tahun 1924, saat menjalani hukuman penjara karena berupaya melakukan kudeta.

"Membosankan"

Edith Raim, dari Institut Sejarah Kontemporer, mengatakan versi pasca-hak cipta yang tengah ia siapkan merupakan karya ilmiah.

Buku yang mengangkat ideologi Nazi itu sebagian berisi biografi, sebagian politik, dan juga sebagian kritikan rasis.

Memoar itu belum pernah diterbitkan di Jerman sejak akhir Perang Dunia II. Namun, pada tahun 1945, tak kurang dari 10 juta kopi buku telah terjual. Buku tersebut tersedia dalam bentuk terjemahan dan juga di internet.

Setelah Hitler berkuasa tahun 1933, pasangan yang baru menikah mendapatkan buku itu sebagai hadiah pernikahan dari negara.

Wartawan BBC, Stephen Evans, di Berlin mengatakan banyak pembaca, termasuk diktator fasis Benito Mussolini, menyatakan buku itu membosankan.

Kurang menarik

Menteri Keuangan Bavaria Markus Soeder mengatakan, keputusan untuk menerbitkan buku diambil setelah pembicaraan dengan para pengacara dan kelompok-kelompok yang menentang.

"Kami ingin mengungkap omong kosong apa yang ada di buku itu dan menunjukkan kepada dunia, bencana seperti apa yang akan terjadi dengan pemikiran seperti ini," kata Soeder.

Dengan menerbitkan buku ini pada 2015 atau sebelum berakhirnya hak cipta, Bavaria berencana untuk mengeluarkan edisi Jerman sebagai "buku yang kurang menarik untuk dijual."

Mulai 2016, tidak akan ada pembatasan lagi untuk penerbitan memoar itu, kecuali bila digunakan untuk memicu kebencian rasial.

Presiden badan dewan Yahudi di Jerman, Dieter Graumann, mengatakan ia lebih senang rakyat Jerman membaca salinan buku yang dilengkapi dengan catatan.

Bulan lalu, pengadilan di Muenchen menetapkan seorang penerbit Inggris, Peter Magee, tidak dapat menjual rangkuman buku itu di Jerman.

Ia mengatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.


Editor : Eko Hendrawan Sofyan
Sumber: