Sabtu, 25 Mei 2013
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 25 Mei 2013 | 20:34 WIB
Konferensi Stockholm+40
Generasi Muda Target Pembangunan Berkelanjutan
Penulis : Antony Lee | Rabu, 25 April 2012 | 19:37 WIB
|
Share:
Kompas/Antony Lee

STOCKHOLM, KOMPAS.com -- Delegasi Indonesia dalam Konferensi Stockholm+40, Forum Kemitraan untuk Pembangunan Berkelanjutan di Swedia, mengusulkan agar generasi muda dijadikan target dalam menjalankan pembangunan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup Indonesia Hermien Roosita di sela dialog panel tingkat menteri, Konferensi Stockholm+40 di gedung Parlemen Swedia, Rabu (25/4/2012).

Menurut dia, pesan agar generasi muda dilibatkan dalam isu pembangunan berkelanjutan, sudah menjadi salah satu pesan dalam Deklarasi Bandung tahun 2011.

Deklarasi dalam konferensi anak dan pemuda yang diwakili 126 negara di Bandung, Jawa Barat, antara lain mendesak pemerintah menjadikan Konferensi Rio+20 sebagai prioritas utama, serta akan meminta pemerintah mengimplementasikan kebijakan pembangunan berkelanjutan. "Poin pelibatan generasi muda itu sudah kami sampaikan," ujar Hermien, sebagaimana dilaporkan warwatan Kompas Antony Lee dari Stockholm, Swedia.            

Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Swedia dan Republik Latvia DM Juniarta Sastrawan mengatakan, Indonesia bisa belajar dari pengalaman Swedia dalam menjalankan ekonomi hijau, seperti konsep symbio city. Salah satu bentuknya ialah fasilitas pengolahan sampah yang kemudian dimanfaatkan untuk sistim pemanas ruangan dan listrik.

"Yang menarik dari konsep ini ialah fasilitas itu dibangun bukan oleh pemerintah nasional, tetapi oleh pemerintah kota," ujarnya.

Menurut Juniarta, sudah ada kerja sama antara Pemerintah Swedia dan Indonesia untuk mendorong symbio city di beberapa kota di Indonesia. Namun, hal itu akan disesuaikan dengan kapasitas daerah tersebut, di antaranya Palu (Sulawesi Utara) dan Denpasar (Bali).

Konferensi Stockholm+40 yang dihadiri Raja Swedia Carl XVI Gustaf dan Perdana Menteri China Wen Jiabao, dilaksanakan dalam rangka memeringati konferensi PBB pertama mengenai Human Living di Stockholm pada 1972. Pertemuan ini sekaligus menjadi pemanasan menjelang konferensi PBB dengan tema serupa, Rio+20, pada Juni mendatang.

Editor :
Nasru Alam Aziz