Kamis, 23 Oktober 2014

News / Sains

Tulungagung Sudah Punya Replikasi Homo Wajakensis

Rabu, 18 April 2012 | 20:15 WIB

TULUNGAGUNG, KOMPAS.com -- Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, kini sudah memiliki replika tengkorak manusia purba Homo Wajakensis. Tengkorak manusia purba ditemukan Eugene Dubois, dokter berkebangsaan Belanda, di wilayah Desa Gamping, Kecamatan Campur Darat, Kabupaten Tulungagung, tahun 1889.

Replika itu didapat dari Museum Geologi Bandung dan menurut rencana bakal dijadikan bagian dari rencana menghidupkan lokasi Gua Lawa, tempat Dubois bekerja, sebagai tujuan wisata ilmiah.

Koordinator Kajian Sejarah Sosial dan Budaya (K2SB) Triyono menyatakan sudah melihat replika tengkorak tersebut. Ia yakin akan menjadi daya tarik baru bagi pembelajaran sejarah bagi siswa sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

"Replika tengkorak ini belum akan dipamerkan, karena lokasi bakal didirikannya monumen dan museum di depan Gua Lawa dan tugu marmer tempat Dubois bekerja, kini masih berupa tanah kosong. Masih perlu waktu dalam hitungan bulan untuk akhirnya bisa dinikmati," kata Triyono, Rabu (18/4/2012) di Tulungagung.

Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Pemkab Tulungagung sudah berkomunikasi dengan DPRD setempat dan berharap alokasi anggaran untuk pemanfaatan lokasi situs Homo Wajakensis, sebagai kawasan cagar budaya.

"Konsepnya sama persis dengan konsep museum di lokasi temuan tengkorak manusia purba lainnya hasil ekskavasi Dubois di Trinil (Ngawi) dan Sangiran (Solo) berupa manusia purba Pitecanthropus Erectus," kata Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Tulungagung Hendri Sugiharti.


Penulis: Doddy Wisnu Pribadi
Editor : Nasru Alam Aziz