Christopher Austin
si katak ting-ting, Paedophryne dekot, berukuran hanya 7,7 mm dan dinobatkan sebagai vertebrata terkecil.
BERLIN, KOMPAS.com - Tipe paling umum dari kontrasepsi yang diminum manusia adalah estrogen. Pil ini banyak dikonsumsi oleh perempuan yang menjalankan program kontrol kelahiran.
Studi terbaru mengungkap bahwa estrogen tak hanya berdampak pada pengurangan bayi manusia, tetapi juga menyebabkan penurunan gairah katak yang akhirnya menurunkan populasi bayi satwa itu.
Frauke Hoffman dari Leibniz Institute of Freshwater Ecology and Inland Fisheries meneliti hal tersebut dan memublikasikannya di jurnal Public Library of Science ONE, Rabu (15/2/2012).
Seperti diberitakan Scientific American, Rabu (22/2/2012), peneliti meletakkan katak jantan dan betina dalam kontainer dengan kadar estrogen yang berbeda.
Hasil penelitian menunjukkan, katak jantan yang diletakkan di kontainer kaya estrogen memiliki panggilan reproduksi yang kurang macho sehingga kurang menarik betina.
Sementara, ketika diletakkan di kontainer kaya estrogen, katak betina juga menjadi kurang agresif dalam melompat dan menghampiri si jantan.
Hoffman mengatakan, estrogen yang dikonsumsi perempuan bisa keluar ke lingkungan lewat sistem ekskresi. Ketika terakumulasi di lingkungan, maka akan mempengaruhi katak.
Akankah Anda berpikir ulang dal;am menggunakan pil estrogen setelah mengetahui hal ini?
