JAKARTA, KOMPAS.com — Mayoritas wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau pada bulan Mei. Sementara puncak kemarau mulai bulan Juni hingga Agustus. Demikian Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Sri Woro B Hardjono, dalam konferensi pers, Kamis (23/2/2012), di Jakarta.
Sri menjelaskan, dari 342 zona musim (ZOM), sebanyak 126 ZOM akan mulai memasuki musim kemarau pada bulan Mei. Beberapa wilayah yang masuk ZOM tersebut, antara lain, Sumatera Utara bagian barat, Sumatera Barat bagian timur, Jawa Tengah bagian tengah dan timur, Jawa Timur bagian barat dan tengah, Tabanan bagian selatan, dan Lombok Barat bagian timur.
Sementara itu, sebanyak 79 ZOM akan memasuki kemarau pada bulan April dan 83 ZOM pada bulan Juni. Wilayah yang masuk ZOM itu, antara lain, Banten bagian utara, Bandung Utara bagian barat, Buleleng, Jembrana, serta beberapa wilayah di Sulawesi, Kalimantan, dan Nusa Tenggara.
Untuk wilayah DKI Jakarta, bagian selatan akan mulai memasuki musim kemarau pada bulan April sementara bagian utara pada bulan Juni.
Berdasarkan analisis BMKG pada permulaan musim kemarau selama periode 1981-2010, Sri mengatakan, 50 persen ZOM mulai musim kemarau tahun 2012 sama dengan rata-ratanya.
Adapun wilayah yang permulaan musim kemaraunya mundur umumnya berada di Nusa Tenggara. Hal tersebut disebabkan masih kuatnya pengaruh La Nina di wilayah tersebut.
BMKG melakukan analisis pada El Nino dan La Nina, suhu permukaan laut dan penguapan yang terjadi di perairan Indonesia untuk mengetahui sifat hujan yang akan terjadi pada musim kemarau.
Berdasarkan analisis, Sri mengungkapkan, sifat hujan selama musim kemarau 2012 di sebagian besar daerah normal. Sri menjelaskan, informasi yang diberikan BMKG bisa menjadi pedoman, terutama untuk merancang strategi pertanian yang tepat menghadapi situasi musim kemarau.
Prakiraan musim kemarau yang dikeluarkan BMKG kali ini merupakan prediksi untuk 6 bulan ke depan. Prakiraan ini belum bisa memberikan kepastian tentang situasi harian di wilayah tertentu. ”Ada banyak faktor yang bisa memengaruhi situasi harian, itu baru bisa diketahui 3-4 hari sebelumnya,” kata Sri.
