Induk Orangutan Diduga Mengalami Perkosaan - Kompas.com

Induk Orangutan Diduga Mengalami Perkosaan

Yunanto Wiji Utomo
Kompas.com - 02/02/2012, 20:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua ekor orangutan diselamatkan oleh tim rescue and release Restorasi Habitat Orangutan Indonesia (RHOI), Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur.

Orangutan itu diselamatkan setelah semalaman dikejar hingga kelelahan. Saat ditemukan, dua ekor orangutan yang merupakan induk dan anak itu tampak tak berdaya. Sang induk tengah memeluk anaknya dan dikepung oleh orang-orang yang membawa parang dan tali.

Kondisi tersebut mungkin biasa dijumpai pada orangutan yang akan dibantai. Namun, fakta yang lebih memilukan adalah bahwa induk orangutan sebenarnya tengah mengandung 3 bulan. Fakta ini ditemukan setelah tim memeriksa induk tersebut.

"Ini tidak biasa. Biasanya induk orangutan yang membawa anak tidak sedang dalam kondisi hamil," kata Deputi Direktur Konservasi RHOI Aldrianto Priadjati dalam konferensi pers, Kamis (2/2/2012).

Menurut Aldrianto, kondisi hamil tersebut janggal. Orangutan biasanya akan memelihara dan mengajari anaknya hidup di hutan selama 6-8 tahun. Jadi dalam jangka waktu tersebut induk orangutan tidak akan hamil. Tim penyelamat menduga induk orangutan itu telah diperkosa oleh pejantan lain sehingga bunting di saat masih mengasuh anaknya.

"Induk orangutan ini diduga diperkosa oleh pejantan lain. Kami memperkirakan, dalam fragmen hutan ini, ada lebih banyak pejantan," kata Aldrianto yang juga menjadi ketua tim penyelamat dan pelepasliaran orangutan.

Aldrianto mengatakan, rasio jantan dan betina orangutan secara keseluruhan sampai saat ini belum diketahui. Jika jumlah betina sangat sedikit, kurang dari 1 persen dari populasi, maka orangutan lebih rentan mengalami kepunahan.

Kondisi yang dialami induk orangutan yang diselamatkan oleh tim RHOI, BOSF, dan BKSDA Kaltim ini bisa menjadi gambaran ancaman yang diterima orangutan betina. Tidak hanya diburu manusia, orangutan betina juga mengalami tekanan seksual dari pejantan. Aldrianto mengatakan, orangutan betina memiliki sifat pemilih, cenderung memilih pejantan yang tangguh sehingga bisa berlindung. Namun, dalam kondisi tertentu, betina bisa saja kalah.

Kunci penyelamatan orangutan menuntut keterlibatan banyak pihak, bukan cuma lembaga swadaya masyarakat. Salah satu yang kini disorot adalah kalangan bisnis. Perusahaan kelapa sawit, misalnya, wajib memiliki corporate biodiversity responsibility (CBR) selain corporate social responsibility (CSR). Salah satu yang bisa dilakukan untuk menjaga orangutan adalah menjaga hutan serta keseimbangan rasio jantan dan betina orangutan di alam.

PenulisYunanto Wiji Utomo
EditorLaksono Hari W

Terkini Lainnya

Sandiaga: Fenomena Milenial, Dulu Nabung Beli Tanah, Sekarang Traveling

Sandiaga: Fenomena Milenial, Dulu Nabung Beli Tanah, Sekarang Traveling

Megapolitan
Sabtu Malam, Akses Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Total akibat Longsor

Sabtu Malam, Akses Jalan Trans Sulawesi Lumpuh Total akibat Longsor

Regional
Seusai Ditembak Polisi, Tersangka Curanmor 'Dihadiahi' Tips Berwirausaha

Seusai Ditembak Polisi, Tersangka Curanmor "Dihadiahi" Tips Berwirausaha

Regional
Car Free Day Mampang, Petugas Berompi Jingga Keliling Bawa Kantong Sampah

Car Free Day Mampang, Petugas Berompi Jingga Keliling Bawa Kantong Sampah

Megapolitan
'Mari Bangun NTT supaya Tak Lagi Dianggap Daerah Miskin dan Bodoh'

"Mari Bangun NTT supaya Tak Lagi Dianggap Daerah Miskin dan Bodoh"

Regional
Hari Ini, Jokowi Resmikan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

Hari Ini, Jokowi Resmikan Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar

Nasional
Pelajar SMK Hanyut saat Mandi di Waduk Kedung Ombo

Pelajar SMK Hanyut saat Mandi di Waduk Kedung Ombo

Regional
Butuh Pemimpin yang Progresif untuk Meretas Keterisolasian Manggarai Timur

Butuh Pemimpin yang Progresif untuk Meretas Keterisolasian Manggarai Timur

Regional
Car Free Day di Mampang Dipenuhi Warga, dari Senam hingga 'Kuliner' Dadakan

Car Free Day di Mampang Dipenuhi Warga, dari Senam hingga "Kuliner" Dadakan

Megapolitan
Fraksi PKS Minta Anggotanya di Panja Perjuangkan Larangan LGBT Dalam RUU KUHP

Fraksi PKS Minta Anggotanya di Panja Perjuangkan Larangan LGBT Dalam RUU KUHP

Nasional
'Car Free Day' di Mampang, Ini Rute Pengalihan Lalu Lintas

"Car Free Day" di Mampang, Ini Rute Pengalihan Lalu Lintas

Megapolitan
Berburu Paspor Kilat di Monas, Warga Berdatangan dari Jam 2 Pagi

Berburu Paspor Kilat di Monas, Warga Berdatangan dari Jam 2 Pagi

Megapolitan
Pertahankan Airlangga, Ada Deal Politik Antara Jokowi dan Golkar?

Pertahankan Airlangga, Ada Deal Politik Antara Jokowi dan Golkar?

Nasional
Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta Barat dan Utara Hari Ini

Waspada Hujan Disertai Angin Kencang di Jakarta Barat dan Utara Hari Ini

Megapolitan
Bambang Soesatyo: Ferrari Itu Saya Pakai Tak Sampai Setahun

Bambang Soesatyo: Ferrari Itu Saya Pakai Tak Sampai Setahun

Nasional
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM