JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PPIPTEK) TMII mengembangkan robot pengukur tinggi dan berat badan. Dengan robot ini, pengukuran bisa lebih akurat dan tak merepotkan.
Meski fungsinya sederhana, robot pengukur tinggi dan berat badan ini sengaja didesain dengan ukuran raksasa sehingga lebih atraktif. Untuk mengukur tinggi dan berat badan, seseorang tinggal berdiri di atas pijakan dan tepat di bawah sensor inframerah sesuai instruksi robot.
"Bagian bawah robot memiliki timbangan digital," kata Husam al Faruqi, pemandu PPIPTEK.
Timbangan tersebut tersembunyi di bawah pijakan kaki. Sistem yang terdapat di timbangan disambungkan ke komputer yang terletak di dada robot. Hasil pengukuran akan tertampil di layar komputer tersebut.
"Untuk pengukuran tinggi badan, kami awalnya ingin menggunakan sensor ultrasonik. Tapi karena menyebar, akhirnya kita gunakan inframerah," jelas Husam, Selasa (31/1/2012).
Sensor inframerah terletak di telapak tangan robot. Robot mengukur tinggi badan dengan mendeteksi jarak antara lengan robot dengan kepala seseorang yang hendak diukur.
Ke depan, beberapa pengembangan akan dilakukan pada robot ini. Di antaranya perbaikan sensor pengukur tinggi badan, mengupayakan kekakuratan, dan pembacaan yang lebih cepat.
Robot pengukur berat badan dirancang untuk mengenalkan robotik pada anak-anak karena itusistem dan fungsinya dibuat sesederhana mungkin. Ke depan, PPIPTEK berencana mengembangkan jenis robot lain.
