Kamis, 23 Oktober 2014

News / Sains

Lubang Waktu Bisa Diciptakan

Kamis, 5 Januari 2012 | 22:26 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Teori relativitas Einstein mengungkapkan bahwa gravitasi bisa menyebabkan waktu melambat. Kini, ilmuwan berhasil membuat sebuah demonstrasi bahwa waktu bukan saja melambat, melainkan juga seolah-olah dihentikan sama sekali.

Ilmuwan menciptakan lubang waktu. Mereka melakukannya dengan membiaskan cahaya. Dengan cara itu, sebuah peristiwa atau benda bisa disembunyikan. Peristiwa atau benda itu ada, hanya saja tak tampak dalam pandangan mata. Magic? Bukan.

"Bayangkan Anda bisa memanupulasi cahaya dalam waktu tertentu, mempercepat atau memperlambat, sehingga Anda bisa menciptakan gap," Alex Gaeta, fisikawan dari Universitas Cornell yang terlibat studi ini, memberikan ilustrasi.

Ia memaparkan bahwa lubang waktu diciptakan dengan mencegah cahaya yang mengenai suatu obyek dalam sebuah peristiwa untuk dihamburkan dan direfleksikan pada pengamatnya. Dengan demikian, obyek atau peristiwa itu seolah-olah tak pernah terjadi.

Apa yang terjadi akibat lubang waktu? Gaeta memberi sebuah contoh apa yang akan terjadi di sebuah museum yang telah dilengkapi sinar laser dan detektor untuk melindungi benda berharga.

"Anda punya sinar laser dan sebuah detektor yang telah disediakan untuk mendeteksi ketika semua sinar tiba-tiba rusak dan tak ada cahaya. Jadi, ketika Anda melewati sinar itu, alarm akan mati," kata Gaeta.

"Tapi bagaimana jika sebuah perangkat akan mempercepat beberapa bagian dari sinar dan memperlambat bagian lainnya sehingga ada saat tanpa ada sinar," lanjut Gaeta seperti dikutip National Geographic, Rabu (4/1/2012).

"Anda bisa melintas, dan perangkat akan melakukan sebaliknya, mempercepat bagian yang dilambatkan dan memperlambat bagian yang dipercepat. Ini membuat dua sinar kembali lagi bersatu. Jadi, detektor tidak akan bisa melacak apa yang terjadi," imbuh Gaeta.

Untuk menciptakan lubang waktu ini, Gaeta dan rekan menembakkan sinar pada sebuah alat dan melewatkannya pada lensa waktu. Bila lensa umumnya membiaskan cahaya dalam ruang, maka lensa waktu memodifikasi distribusi temporal cahaya.

"Ini adalah cara agar bisa mengontrol karakteristik cahaya dalam waktu, membentuk dan mendistorsinya, serta melakukan hal-hal menyenangkan seperti yang kita lakukan dalam domain waktu," ungkap Gaeta lagi.

Moti Fridman, peneliti lain yang terlibat penemuan ini, menambahkan bahwa sebuah sinar kemudian digunakan untuk "memotong" sinar yang sedang menuju ke perangkat yang sedang digunakan.

"Ini akan mengubah frekuensi dan panjang gelombang dari sinar sehingga sinar itu pun akan berubah kecepatannya. Dan, inilah bagaimana lubang waktu itu diciptakan," kata Fridman yang juga dari Universitas Cornell.

Seluruh proses berlangsung di sebuah fiber optic yang lebih tipis dari rambut manusia. Eksperimen berlangsung di atas meja panjang, dengan fiber optic yang berserakan dan tampak seperti spageti.

Zhimin Shi, peneliti dari Institut Optik di Universitas Rochester yang tidak terlibat studi, mengungkapkan bahwa cara yang digunakan dalam penemuan ini tidak baru. Namun, ini adalah penelitian pertama yang berhasil mewujudkan lubang waktu.

Meski riset ini masih sangat awal, aplikasinya sudah bisa dibayangkan. Menurut Shi, aplikasinya tidak cuma menyembunyikan sesuatu seperti di film Harry Potter, tetapi juga bisa memasukkan data tanpa gangguan.

"Saya pikir, kalau Anda bisa menyembunyikan data yang sedang berjalan di fiber optic, itu mungkin lebih bernilai dari apa pun yang Anda curi dari museum. Dengan lensa waktu, Anda bisa memanipulasi data dengan cara yang diinginkan dan mengembalikannya setelahnya," urai Fridman.

Teknik ini, kata Fridman, bisa membantu penciptaan chip yang memproses data lebih cepat dan mengirimkannya real time, baik lewat internet maupun ke komputer.

Namun, untuk itu, langkahnya masih cukup panjang. Peneliti masih perlu membuat efek tiga dimensi cahaya, bukan hanya sinar dari satu sisi. Selain itu, peneliti juga masih harus berupaya agar lubang waktu yang diciptakan bisa lebih besar.


Penulis: Yunanto Wiji Utomo
Editor : Tri Wahono
Sumber: