Selasa, 29 Juli 2014

News /

ASTRONOMI

NASA Temukan Planet di Zona Mirip Bumi

Rabu, 7 Desember 2011 | 04:28 WIB

Washington dc, senin - Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS, Senin (5/12), mengumumkan penemuan planet dengan sejumlah kondisi yang paling mungkin menopang kehidupan.

Menurut para astronom, planet tersebut berada di wilayah yang disebut Zona Goldilocks, yakni zona orbit dengan jarak tertentu dari bintang induknya sehingga planet itu akan memiliki suhu yang tepat untuk menjaga air tidak membeku ataupun menguap.

Air adalah salah satu unsur terpenting dalam kehidupan sehingga planet yang berada di zona tersebut memenuhi syarat dasar bagi keberadaan makhluk hidup.

Planet yang diberi nama Kepler-22b ini pertama kali terlihat melalui teleskop Kepler pada 2009. Astronom baru mengonfirmasi penemuan planet tersebut setelah melihatnya melintas tiga kali di depan bintang induknya.

”Ini adalah penemuan fenomenal dalam sejarah umat manusia. Penemuan ini menunjukkan bahwa kita, Homo sapiens, telah menjangkau jauh ke alam semesta untuk mencari planet yang mirip dengan planet kita. Kita sudah makin dekat dengan apa yang kita cari itu,” tutur Geoff Marcy, astronom dari University of California, Berkeley, yang turut dalam proyek Kepler.

Menurut Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA), Kepler-22b memiliki sejumlah kemiripan dengan Bumi. Planet ini mengorbit bintang yang sangat mirip dengan Matahari pada jarak yang hampir sama dengan jarak Bumi-Matahari. Suhu di permukaan planet tersebut sekitar 22,2 derajat Celsius, yang hampir sama dengan suhu rata-rata permukaan Bumi.

Seperti Neptunus

Kepler-22b mengelilingi bintang induknya sekali setiap 290 hari, yang mirip dengan periode orbit Bumi. Planet, yang terletak sekitar 600 tahun cahaya dari Bumi itu diduga juga memiliki air dan batuan.

Satu hal yang membedakan Kepler-22b dengan Bumi adalah ukurannya, yang 2,4 kali lebih besar dari Bumi. Dengan ukuran sebesar ini, para ilmuwan menduga permukaan planet tersebut hanya terdiri atas gas dan cairan, mirip seperti Planet Neptunus. Batuan diduga hanya ada di bagian inti planet itu.

”Sangat menggairahkan untuk membayangkan berbagai kemungkinan. Melayang di dunia penuh air seperti itu mungkin akan seperti berada di dalam lautan di Bumi dan ada kemungkinan kehidupan muncul di dalamnya,” papar Natalie Batalha, Deputi Ilmuwan Kepala Proyek Kepler.

NASA meluncurkan teleskop Kepler pada Maret 2009 dengan misi tunggal mencari planet-planet di luar tata surya (eksoplanet) yang mirip dengan Bumi dan mengorbit bintang yang mirip dengan Matahari. Sejauh ini, teleskop tersebut telah menemukan 2.326 eksoplanet dan 139 di antaranya memiliki kemungkinan bisa menopang kehidupan.

Mei lalu, para astronom Perancis mengumumkan hasil analisis terhadap eksoplanet bernama Gliese 581d dan menyatakan atmosfer planet tersebut cukup stabil dan diduga kuat memiliki air dalam bentuk cair di permukaannya.

Teleskop Kepler, yang dilengkapi sensor digital beresolusi 95 megapiksel, diharapkan masih akan beroperasi paling tidak sampai November 2012.

(AP/AFP/DHF)


Editor :