Kamis, 24 April 2014

News / Sains

Bimasakti Punya Lengan Tersembunyi

Senin, 31 Oktober 2011 | 12:59 WIB

Baca juga

KOMPAS.com — Para astronom mendeskripsikan galaksi Bimasakti sebagai galaksi spiral, lebih kurang berbentuk seperti obat nyamuk bakar. Bimasakti mempunyai pusat galaksi yang diibaratkan serupa cawan dan lengan-lengan berupa struktur melingkar yang keluar dari pusat galaksi.

Jumlah pasti lengan spiral Bimasakti hingga saat ini belum diketahui. Namun, observasi pada 2008 oleh Robert Benjamin dari University of Wisconsin menyatakan Bimasakti memiliki dua lengan utama, lengan Perseus dan lengan Scutum-Centaurus. Lengan-lengan lain disebut lengan minor, di antaranya lengan Carina-Sagitarius dan lengan Orion-Cygnus.

Kini, Thomas Dame dan Patrick Tadeus dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics berhasil mengidentifikasi lengan baru Bimasakti yang tadinya tersembunyi. Lengan itu berada di ujung lengan Scutum-Centaurus, berjarak lebih kurang 50.000 tahun cahaya dari pusat galaksi.

Astronom mengidentifikasi lengan baru itu dengan teleskop di Massachusets, Amerika Serikat. Penemuan baru ini adalah lompatan dalam pemahaman tentang struktur Bimasakti. Di samping itu, dengan adanya lengan baru dan sedikit ekstrapolasi, bentuk Bimasakti menjadi spiral sempurna.

Matahari, Bumi, dan tata Surya terletak di dekat lengan utama Perseus, atau lebih tepatnya di dekat Orion Cygnus. Jarak Matahari dari pusat galaksi sekitar 25.000 tahun cahaya.

Sebagaimana diketahui, ada kehidupan di Bumi yang menjadi salah satu komponen tata surya. Jika di lengan Orion Cygnus terdapat kehidupan, mungkinkah juga ada kehidupan di lengan baru Bimasakti yang ditemukan?

Virginia Trimble dari University of California yang mempelajari evolusi galaksi sayangnya menyatakan bahwa lengan baru tersebut bukan tempat yang baik untuk hidup. Seperti dikutip Dailymail, Jumat (28/10/2011), Trimble mengatakan, jika memang ada tempat yang mendukung kehidupan, mungkin tempat itu ada di dekat pusat galaksi. Menurut dia, di sanalah planet kaya logam seperti Bumi terdapat sehingga relatif bisa mendukung kehidupan.


Penulis: Yunanto Wiji Utomo
Editor : A. Wisnubrata
Sumber: