KOMPAS.com - Banyak fotografer dunia yang menekuni fotografi bawah laut belakangan ini. Memang tak mengherankan sebab pesona bawah laut menjanjikan banyak objek menarik bagi para fotografer. Namun, dengan adanya beragam masalah kelautan, fotografer dituntut untuk tidak hanya mampu memotret keindahan tetapi juga memotret permasalahan yang terjadi.
Michael AW, fotografer bawah laut kawakan yang juga founder festival Celebrate The Sea (CTS) mengatakan, "Banyak fotografer yang memotret bawah laut sekarang. Orang biasa pun ada walau pada tempat yang tidak terlalu dalam. Hasilnya bagus, tapi banyak yang tidak menyajikan masalah," katanya ketika ditemui di CTS, Sabtu (24/9/2011) lalu.
Fotografer bawah laut harus mengerti masalah konservasi, demikian dikatakan Michael. Menurutnya, fotografi bawah laut tidak bisa hanya menyajikan keindahan makhluk bawah laut semata, tetapi juga menampilkan sisi buram kehidupan laut akibat tekanan manusia yang mungkin tak banyak disadari.
Untuk bisa melakukannya, Michael yang juga direktur funding OceaNEnvironment mengatakan, "Fotografer harus punya passion pada skill-nya. Lewat foto, mereka harus mengkomunikasikan kebenaran. Jika buruk, maka katakanlah buruk. Dan jika baik, katakanlah baik dan tak perlu membuatnya kelihatan lebih baik.
Michael melanjutkan, CTS adalah ajang untuk memberi penghargaan bagi fotografer bawah laut. Lewat CTS, diharapkan makin banyak fotografer yang mampu menghasilkan foto berkualitas dari segi pesan sehingga foto pun bisa memberi pengaruh bagi masyarakat luas. Ia juga mengharapkan harus ada semakin banyak pula fotografer Indonesia yang mampu melakukannya, sebab baik pesona maupun permasalahan kelautan banyak terjadi di negara ini.
Terangi negeri dengan literasi, satu buku bisa membuka ribuan mimpi. Lewat ekspedisi Kata ke Nyata, Kompas.com ingin membawa ribuan buku ke pelosok Indonesia. Bantu anak-anak membaca lebih banyak, bermimpi lebih tinggi. Ayo donasi via Kitabisa!