Sabtu, 29 November 2014

News / Sains

Penerbangan

Puing Pesawat Columbia Ditemukan

Rabu, 3 Agustus 2011 | 11:01 WIB

KOMPAS.com - Puing pesawat ulang alik Columbia yang mengalami kecelakaan ketika kembali ke Bumi pada tahun 2003 ditemukan minggu lalu di wilayah timur Texas, Amerika Serikat. Puing berupa penampung reaktan daya berbahan aluminum dan tangki distribusi itu tepatnya teronggok di wilayah Danau Nacogdoches.

Polisi yang menemukan puing itu mengirimkan gambar pada NASA. Staf NASA akhirnya mengkonfirmasi kebenarannya. "Salah satu staf telah mengenali puing yang teronggok lebih dari 30 tahun, mengenali puing itu dan mengatakan, benar itu adalah salah satu dari tangki distribusi," kata Lisan Malone, juru bicara NASA.

Penemuan puing itu diduga terjadi akibat kekeringan yang melanda wilayah danau. "Satu-satunya alasan puing itu ditemukan adalah karena kekeringan yang terjadi, sebelumnya tangki itu berada di bawah danau. Tangki itu sendiri penuh lumpur saat ditemukan," tambah Malone seperti dikutip Foxnews, Senin (2/8/2011).

Tangki yang ditemukan adalah satu dari 16 tangki pada pesawat ulang alik Columbia yang berfungsi menyimpan oksigen cair super dingin dan hidrogen cair. Tangki berbentuk bola yang berdiameter 1 meter itu selanjutnya akan dikirim ke Kennedy Space Center, tempat NASA menyimpan semua serpihan Columbia.

Malone mengatakan, penemuan puing Columbia ini bisa membuka luka lama, ingatan tentang kejadian kecelakaan pesawat tersebut. Dalam kecelakaan itu, 7 tim astronot yang terdiri dari Rick Husband, William McCool, Kalpana Chawla, David Brown, Laurel Clark, Michael Anderson dan Ilan Ramon tewas.

Hingga kini, 38-40% dari puing Columbia telah ditemukan. Sementara, puing lain diduga terbakar saat memasuki Bumi ataupun terdampar di wilayah Texas atau Lousiana. "Dari waktu ke waktu, kami mendapat panggilan dan email dari orang-orang yang menduga bahwa puing yang mereka temukan adalah bagian dari Columbia," ungkap Malone.

Kecelakaan Columbia adalah kecelakaan kedua dalam sejarah penerbangan pesawat ulang alik NASA. Sebelumnya, pada tahun 1986, pesawat Challenger juga mengalami nasib naas serupa. Sejarah penerbangan pesawat ulang alik NASA sendiri kini telah berakhir seiring pendaratan terakhir Atlantis pada 21 Juli 2011 lalu.


Editor : A. Wisnubrata
Sumber: