Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 04:59 WIB
Fenomena Crop Circle
Teliti Batang Padinya, Patah Tidak?
Yunanto Wiji Utomo | A. Wisnubrata | Senin, 24 Januari 2011 | 12:46 WIB
|
Share:
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO Salah satu pola unik dalam lingkaran (crop circle) berdiameter sekitar 50 hingga 70 meter di areal persawahan di Desa Jogotirto, Berbah, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (24/1/2011). Kemunculan pola tersebut menarik perhatian warga dari berbagai daerah untuk menyaksikannya langsung. Belum diketahui secara pasti penyebab fenomena ini.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Beragam argumen muncul tentang penyebab fenomena crop circle atau lingkar taman yang terjadi di Indonesia. Salah satu argumen mencuat dan paling populer adalah bentuk-bentuk bulat di sawah itu adalah jejak UFO.

Kalau ada yang patah, berarti besar kemungkinan itu adalah buatan manusia.

Muhammad Irfan dari Ufonesia (pengamat UFO Indonesia) mengatakan bahwa untuk mengetahui asal muasal crop circle itu, analisis sederhana bisa dilakukan. Caranya dengan melihat batang padi di crop circle.

"Kita lihat saja batang padinya, ada yang patah tidak. Kalau ada yang patah, berarti besar kemungkinan itu adalah buatan manusia," ungkapnya berdasarkan hasil sebuah penelitian yang dibacanya.

Ia melanjutkan, pendaratan UFO tidak menyebabkan patahnya batang padi. "Kalau memang UFO, batangnya tidak patah, tapi ada bagian yang terbakar seperti kena radiasi. Kita bisa lihat apakah ada jejak radiasi atau tidak," katanya.

Konon, UFO memiliki radiasi yang besar. Tanah dan pohon bisa hangus dan mengerut karena radiasi. Selain itu, area sawah atau ladang juga bisa tercemar. UFO juga menghasilkan radiasi suara yang mengganggu pendengaran. 

Irfan sendiri meyakini, crop circle yang ada di Yogyakarta adalah jejak UFO. "Jika dibuat manusia, tidak mungkin jadi hanya dalam waktu satu malam atau satu dua jam," katanya.