Sabtu, 29 November 2014

News / Sains

Satelit Jepang Gagal Mengorbit Venus

Kamis, 9 Desember 2010 | 12:45 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Satelit Jepang, Akatsuki, gagal mengorbit Planet Venus akibat terperangkap dalam gravitasi Matahari, Rabu (8/12/2010). Satelit pemantau aktivitas vulkanik dan iklim di Venus itu akan diusahakan untuk kembali mengorbit planet tersebut enam tahun lagi.

Kegagalan itu mengecewakan para ilmuwan Jepang karena hingga kini negara tersebut selalu gagal dalam peluncuran wahana antarplanet. Akatsuki, yang berarti fajar, diluncurkan dari Pusat Antariksa Tanegashima, Jepang, 21 Mei 2010.

Sesaat setelah satelit ini mencapai Venus pada Selasa (7/12/2010), mesin pendorongnya langsung dinyalakan untuk membawa satelit tersebut memasuki orbit yang telah ditetapkan. Namun, setelah itu petugas kendali di Bumi kehilangan kontak.

Badan Eksplorasi Antariksa Jepang (JAXA) memperkirakan masa hidup mesin pendorong tidak cukup lama untuk mengantarkan satelit tersebut ke orbitnya. "Satelit ini akan diupayakan untuk kembali memasuki orbitnya enam tahun lagi setelah kembali melintasi Venus," kata Hitoshi Soeno dari JAXA.

Untuk menjalankan fungsinya memantau cuaca Venus, satelit ini dilengkapi dengan kamera inframerah dan sejumlah peralatan canggih lainnya. Akatsuki dibuat dengan dana 25 miliar yen atau sekitar Rp 2,7 triliun. Ia didesain untuk mengorbit Venus pada jarak 300-80.000 kilometer di atas permukaan Venus dan hanya membutuhkan waktu 30 jam untuk mengelilingi orbitnya. (JAXA/AP/MZW)


Editor : Tri Wahono
Sumber: