Sabtu, 1 November 2014

News / Sains

Letusan Merapi Tinggal Tunggu Waktu

Jumat, 22 Oktober 2010 | 23:03 WIB

Terkait

SLEMAN, KOMPAS.com — Letusan Gunung Merapi saat ini tinggal menunggu waktu. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Surono.

"Jika melihat perubahan yang terjadi sejak September hingga saat ini, diperkirakan Gunung Merapi sudah mencapai kondisi point of no return. Artinya, tak akan kembali lagi ke keadaan semula," katanya saat sosialisasi di Balai Desa Kepuharjo, Cangkringan, Sleman, Jumat (22/10/2010).

Apakah dengan kondisi seperti ini Gunung Merapi akan segera meletus? Surono mengatakan, hal tersebut tergantung dari Gunung Merapi. "Kalau kapan atau waktu persis meletus, hanya Gunung Merapi sendiri yang tahu," ucapnya.

Ia mengatakan, dengan peningkatan status Gunung Merapi dari waspada ke siaga,  penanganan aktivitas Gunung Merapi ini langsung diambil alih Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). "Sesuai dengan SOP yang ada sejak Gunung Merapi ditingkatkan statusnya dari waspada menjadi siaga, tugas pengawasan terhadap gunung ini sekarang menjadi tanggung jawab PVMBG," paparnya.

Ia mengatakan, gempa-gempa yang terjadi di Merapi saat ini lebih besar daripada yang terjadi pada 2006. "Saat ini aktivitas Gunung Merapi sudah meningkat lebih dari 500 persen," ujarnya.

Surono menjelaskan, pada 20 Oktober 2010 atau sehari sebelum status gunung ini dinaikkan menjadi siaga, tercatat telah terjadi 479 kali kejadian gempa multifase, gempa vulkanik dalam dan dangkal dengan total 39 kejadian, serta guguran 29 kali. "Ciri-ciri lainnya yakni kandungan air dan gas Merapi sudah sangat berkurang. Artinya, kondisinya sudah panas sekali. Suhu terakhir yang kami catat di kawasan Woro pada 20 Oktober mencapai 587 derajat celsius," katanya.

"Kami berharap letusan kali ini tidak terlalu eksplosif, karena bila ekplosif akan terlalu berbahaya," tambahnya.

Melihat kondisi di lapangan bahwa masyarakar sekitar lereng Merapi sudah terbiasa menghadapi kemungkinan bencana seperti ini, pihaknya tidak terlalu khawatir. "Masyarakat sudah disiapkan dan di antara mereka juga sudah menjalani latihan-latihan untuk menghadapi kemungkinan-kemungkinan buruk yang terjadi," tuturnya.


Editor : Tri Wahono
Sumber: