Rabu, 23 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Rabu, 23 Mei 2012 | 03:58 WIB
Selidiki Ledakan Tabung Gas
Pemerintah Akhirnya Bentuk Tim
| Erlangga Djumena | Minggu, 27 Juni 2010 | 22:09 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Tasuri menata tabung-tabung gas ukuran tiga kilogram di kiosnya di kawasan Larangan, Tangerang, Banten, Rabu (23/6). Walau banyak kasus ledakan dan kebakaran terkait tabung gas isi tiga kilogram, minat masyarakat untuk menggunakan gas sebagai bahan bakar memasak tidak surut.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Meski agak terlambat, Pemerintah akhirnya membentuk tim penanggulangan peledakan tabung gas. Tim ini merupakan gabungan antar kementerian dan instansi. Ada Kementerian Energi Sumber Daya dan Mineral, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi dan Bareskrim Polri.

"SK pembentukan tim akan akan dikeluarkan Menko Kesra," ujar Sekretaris Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), Indroyono Soesilo, Jumat (25/6/2010).

Tim ini akan mencari penyebab ledakan tabung gas. Kepala Bareskrim Ito Sumardi mengatakan tim juga akan melibatkan Pusat Laboratorium dan Forensik (Puslabfor) Mabes Polri dalam mengembangkan penyelidikan. Polisi mencium adanya dugaan pidana dalam kasus ini. "Kita gunakan Puslabfor untuk mendukung secara penuh dalam upaya investigasi dan mengecek kembali," lanjutnya.

Soal dugaan tindak pidana, Ito mencontohkan kegiatan pengisian gas di Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat yang sempat digerebek beberapa waktu lalu. Polri menemukan fakta pengisian tabung 3 kilogram digabung dengan gas 12 kilogram. Praktik itu bukan cuma curang, juga membahayakan para konsumen. "Ini membahayakan karena merusak rubber seal (segel karet)," ujar Ito.

Selain itu juga polisi menemukan adanya penipuan labelisasi Standar Nasional Indonesia (SNI) di tabung. (Lamgiat Siringoringo/Kontan)