JAKARTA, KOMPAS.com — Mungkin Anda keluar rumah dalam kondisi cuaca belum hujan, ternyata hujan lebat di daerah tujuan Anda. Cuaca yang tak menentu membuat Anda merasa malas keluar? Atau kerap terjebak macet di jalan karena gagal memilih jalur bebas banjir? Jangan mau "tertipu" lagi....
Rencanakan perjalanan Anda dengan memantau Sijampang. Aplikasi yang menyediakan informasi cuaca ini baru saja diluncurkan oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di kantornya, Selasa (8/6/2010).
Sijampang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Hujan dan Genangan Berbasis Keruangan. Sijampang menyediakan informasi hujan dan genangan yang bersifat near real time. Publik bisa mencari informasi cuaca ini di http://neonet.bppt.go.id/sijampang serta di akun Facebook http://bit.ly/fbsijampang atau dapat mengikutinya melalui akun Twitter infohujan.
Melalui web, publik bisa mendapatkan informasi dalam bentuk peta hujan terkini yang bersifat interaktif, sementara Twitter memberikan informasi berbasis teks. Untuk informasi hujan, data ditampilkan dalam tiga kategori, yaitu hujan gerimis, sedang, dan deras. Dengan demikian, publik bisa memperkirakan persiapannya dalam menuju daerah yang dimaksud.
Dalam acara peluncurannya, Agus Wibowo dari tim pengembang Sijampang mengatakan, sistem informasi ini mengandalkan informasi dari data yang dihasilkan oleh radar cuaca C-Band yang beroperasi di Puspitek Serpong. "Sebenarnya radar kami bisa menjangkau radius 175 km. Tetapi untuk informasi hujan ini hanya valid 105 km," tuturnya dalam acara peluncuran.
Oleh karena keterbatasan jangkauan radar, informasi baru mencakup Jabodetabek hingga Bandung. Mengandalkan kontributor pemutakhiran informasi di web dan akun situs jejaring sosial, Sijampang juga mengandalkan kerja kontributor di lapangan.
Informasi mereka kepada administrator mengenai kondisi cuaca di daerah mereka merupakan pelengkap dan penguat informasi dari radar cuaca. Saat ini, Agus mengatakan, Sijampang sudah bekerja sama dengan 61 orang kontributor.
Agus juga mengaku, keterbatasan jumlah kontributor dan tidak meratanya persebaran tempat tinggal kontributor masih menjadi kelemahan Sijampang dalam memutakhirkan informasi mengenai banjir atau genangan.


