WASHINGTON, KOMPAS.com - Riset menunjukkan, bayi memberikan respon terhadap irama dan tempo musik dan itu lebih menarik dibanding perkataan. Temuan itu, yang dilandasi studi pada bayi yang berusia antara lima bulan dan dua tahun, menunjukkan bayi mungkin dilahirkan dengan kecenderungan untuk bergerak secara berirama sebagai reaksi terhadap musik.
Penelitian itu dilakukan oleh Marcel Zentner, dari University of York’s Department of Psychology, dan Tuomas Eerola, dari Finnish Center of Excellence di Interdisciplinary Music Research di University of Jyvaskyla. Riset dipublikasikan dalam jurnal Proceedings of National Academy of Science.
Dalam riset ini, bayi-bayi diperdengarkan bermacam rangsangan audio termasuk musik klasik, detak berirama dan perkataan. Gerakan spontan mereka direkam oleh video dan teknologi penangkap gambar tiga dimenasi dan dibandingkan pada seluruh stimulus yang berbeda. Riset ini juga melibatkan penari ballet profesional guna menganalisis sejauh mana bayi menyesuaikan gerakan mereka dengan musik.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa irama menghasilkan reaksi pada bayi dan bukannya bentuk lain musik seperti melodi. Kami juga mendapati bahwa makin baik anak dapat menyelaraskan gerakan dengan musik, makin lebar mereka tersenyum. Namun masih harus dimengerti mengapa manusia telah mengembangkan kecenderungan khusus ini," Zentner.
Satu kemungkinan ialah itu adalah sasaran seleksi alam bagi musik atau itu telah berkembang bagi beberapa fungsi lain yang baru saja terjadi hingga sejalan dengan prosesi musik," katanya.
