Padang, Kompas
Hal itu disampaikan Jusuf Kalla dalam pidatonya saat menyerahkan bantuan barang senilai Rp 12 miliar dari PMI dan Rp 30 miliar dari Bulan Sabit Kuwait dan Qatar yang diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di Auditorium Gubernuran Provinsi Sumatera Barat.
Kalla mengingatkan, banyak atau sedikitnya korban jiwa dalam bencana gempa bumi bisa sangat tergantung pula dari seberapa jauh aturan soal standar teknis bangunan tahan gempa dijalankan. ”Sebenarnya yang membunuh adalah izinnya,” kata Kalla.
Ia kemudian membandingkan jumlah total korban jiwa yang timbul saat gempa bumi di Haiti dan Cile yang berbading terbalik.
”Di Haiti korban jiwa mencapai 300.000 orang, sedangkan di Cile sekitar 800 (jiwa),” ujar Kalla sembari menekankan kembali pentingnya izin pendirian bangunan yang mengacu pada standar teknis soal bangunan tahan gempa.
Menurut Kalla, mendirikan bangunan atau rumah tahan gempa tidak identik dengan harga yang mahal. ”Kualitas tidak berarti mahal. Yang penting (patuhi) norma-norma dan aturan-aturan,” ujarnya.
Menurut Kalla, saat ini yang menjadi penting untuk masyarakat Sumatera Barat pascabencana gempa bumi ialah dijalankannya tahap rehabilitasi dan rekonstruksi.
”Jika rehabilitasi dan rekonstruksi belum dijalankan dengan baik, penderitaan (masyarakat) belum selesai,” kata Kalla.
Gubernur Sumatera Barat Marlis Rahman pada kesempatan yang sama mengatakan, dana rehabilitasi dan rekonstruksi baru akan mulai dikucurkan pada Mei mendatang. ”APBN, kan, bulan Mei, tetapi waktunya belum dipastikan,” sebutnya.
Marlis juga mengatakan, sekitar Rp 108,5 miliar dana bantuan dari total Rp 133,34 miliar yang diterima dari sejumlah pihak telah disalurkan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, tinggal tersisa sekitar Rp 24,5 miliar lagi dana bantuan yang belum disalurkan. Dalam waktu dekat, dana sisa itu akan disalurkan.
Pada kesempatan itu diserahkan pula dua ambulans yang diberikan PT Toyota Astra Motor kepada PMI Sumatera Barat.
Sejumlah pihak telah menyalurkan bantuan ke Sumbar menyusul gempa yang terjadi beberapa waktu lalu.
