SANTIAGO, KOMPAS.com — Korban tewas akibat gempa bumi besar di Cile pada akhir pekan lalu naik menjadi 763 orang, demikian dikatakan pejabat di kantor keadaan darurat negara itu, Selasa (2/3/2010).
Petugas pertolongan, Selasa, mengeluarkan 79 penyintas dan tujuh mayat dari puing bangunan di Concepcion, Cile.
Concepcion, yang berada di pantai Pasifik di bagian barat laut Cile, adalah kota paling parah diguncang gempa kuat pada Sabtu itu.
Sementara itu, untuk menghentikan penjarahan di kota itu, pemerintah Cile pada hari yang sama memperpanjang waktu larangan keluar rumah dari 15 jam menjadi 18 jam sampai Selasa sore waktu setempat.
Pemerintah juga menambahkan tiga kota kecil, Talca, Cauquenes, dan Constitucion, ke dalam daftar larangan keluar rumah guna memadamkan penjarahan.
Perkosaan dan kekerasan meningkat setelah gempa itu, yang mengganggu pasokan listrik dan air di kota dengan korban paling parah, Concepcion dan Talca.
Dalam beberapa hari belakangan, ketiadaan listrik, air minum, dan makanan mengakibatkan panik di kalangan warga di Concepcion sehingga memicu penjarahan di berbagai pasar swalayan dan toko makanan.
Keadaan di kota tersebut dengan cepat memburuk ke tahap banyak toko dijarah, sekalipun ada pemiliknya.
Presiden Cile Michelle Bachelet pada Senin memerintahkan pengerahan lebih banyak tentara ke wilayah yang porak-poranda akibat gempa di bagian tengah dan selatan negeri itu sehingga jumlah mereka mencapai 7.000 orang pada Selasa.
"Tentara tersebut akan menegakkan dan memelihara ketenangan di daerah korban gempa dan mengendalikan keadaan," katanya.
Untuk memelihara ketenangan, larangan keluar rumah diberlakukan di wilayah Maule dan kota Concepcion sejak Minggu.
Satuan polisi antihuru-hara tiba di Concepcion sejak Senin. Polisi bersenjatakan perlengkapan antihuru-hara dan semprotan air sekarang meronda di jalan.
Pada hari gempa mengguncang, toko obat menjadi sasaran pertama penjarahan, kata penduduk setempat. Toko makanan adalah sasaran berikutnya.
