Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 20:18 WIB
Gajah Keluyuran di Perumahan Chevron
Syahnan Rangkuti | wah | Rabu, 3 Februari 2010 | 15:02 WIB
|
Share:
SERAMBI INDONESIA/M ANSHAR Seekor gajah sumatera (elephas maximus sumatranus).

KOMPAS.com - Petugas keamanan PT Chevron, salah satu perusahaan minyak terbesar di Indonesia, yang biasanya galak dengan pandatang, kali ini tidak berdaya mengatasi kehadiran sekelompok gajah yang masuk tanpa permisi ke kompleks perumahan karyawan PT Chevron di Duri, Kabupaten Bengkalis, Riau. Gerombolan "si berat" itu dengan leluasa memakan tanaman yang ada di dalam kompleks tanpa ada yang berani melarang.

"Gajah-gajah itu mulai masuk ke kompleks perumahan pada tanggal 24 Januari lalu. Jumlahnya 25 ekor dan terkadang terpecah dalam beberapa kelompok, namun biasanya gajah-gajah itu bergerak dalam satu kelompok besar. Gajah itu keluar masuk dan keluar kompleks bila sudah cukup mendapat makanan. Sejauh ini gajah-gajah itu belum merusak," ujar Dwi Pujosutrisno, Pejabat Manajer Humas PT Chevron yang dihubungi hari Rabu (3/2/2010).

Menurut Dwi, kawanan gajah itu paling sering memasuki kawasan Kompleks Talang dan Krakatau yang langsung berbatasan dengan Hutan Talang di luar kompleks. Sesekali gajah-gajah itu masuk ke kompleks Leuser dan baru sekali melintas di kawasan Dempo dan Sibayak.

"Kami tidak melakukan pengusiran gajah-gajah itu melainkan hanya mengawasi dan memastikan gajah melintas sehingga warga dapat menghindar atau jangan sampai berpapasan dengan gajah. Dahulunya, gajah-gajah itu melintas setiap empat bulan sekali sehingga sudah terbiasa dengan kondisi perumahan. Kami membiarkan gajah-gajah untuk memakan pucuk tanaman di sekitar rumah sehingga kawanan itu tidak pernah mengamuk," ujar Dwi.

Untuk mengantisipasi ketersinggungan gajah dengan penghuni kompleks, PT Chevron mulai menanam beberapa jenis tanaman yang digemari gajah di batas luar kompleks di pinggiran Hutan Talang. "Kami berharap dengan adanya makanan di pinggir hutan, gajah-gajah itu tidak lagi masuk ke dalam kompleks," kata Dwi.