Kamis, 9 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 9 Februari 2012 | 03:41 WIB
Kebun Sawit Sisihkan Lahan untuk Orangutan
| Abi | Kamis, 21 Januari 2010 | 14:37 WIB
|
Share:

Serambi Indonesia
Orangutan

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Severianus Endi

PONTIANAK, KOMPAS.com -
Pengusaha perkebunan kelapa sawit di Kalbar mulai mengubah citra. Dari yang semula dikenal sebagai kegiatan ekonomis-eksploitatif, kini diarahkan pada ekonomis-koservasi.

Cara yang ditempuh berupa menginvestasikan sebagian areal konsesi yang diperuntukkan bagi konservasi fauna, khususnya orangutan. Satu di antara perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut, PT Cipta Usaha Mandiri (CUS), yang memiliki areal di Kabupaten Kayong Utara, Kalbar.

Mereka membuat nota kesepahaman dengan Fauna Flora Internasional (FFI), International Animal Rescue (IAR), dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar, Rabu (20/1). Direktur PT CUS, Partahian Siregar, mengatakan, program tersebut untuk membangun image baru tentang aktivitas perusahaan perkebunan kelapa sawit.

"Mengubah paradigma, dari suatu usaha yang terkesan eksploitatif dan merusak lingkungan, menjadi suatu usaha yang semakin konservatif dan ramah lingkungan," kata Partahian.

Kabid Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam, Dinas Kehutanan Provinsi Kalbar, Ir Soenarno, menegaskan, penandatanganan nota kesepahaman itu jangan terbatas seremonial. Pihaknya akan tegas mengawasi di lapangan, untuk memastikan konservasi tersebut benar-benar dilaksanakan.

"Saya imbau, perusahaan kelapa sawit yang lain mengikuti jejak ini. Kita wajib memelihara alam dan jangan hanya melakukan eksploitasi semata," kata Soenarno.

Direktur FFI Indonesia, Darmawan, mengatakan, tindakan awal mereka lakukan berupa survey dan pendataan kawasan konservasi tersebut. Mencakup kondisi alam serta satwa apa saja yang ada di sana.

"Tak terbatas pada orangutan yang memang satwa endemik, tapi juga satwa lain seperti burung-burung dan tanaman. Kemungkinan tahap survey selama setahun, untuk kemudian menentukan kawasan mana yang bisa dikembangkan untuk konservasi," ujar Darmawan.

Ia menegaskan, pihaknya tidak akan meminta dana dari perusahaan terkait survey tersebut. FFI akan membiaya sendiri, yang menurut pengalaman yang telah ada, kegiatan awal menghabiskan antara 30 ribu sampai 50 ribu dollar AS.

Kelompok CUS mulai beraktivitas di Kayong Uatara sejak 2007, dengan dua areal konsesi. Masing-masing seluas 17.732 hektar dan 30.000 hektar, sehingga total 47.732 hektar. Areal yang dicadangkan untuk konservasi juga di dua titik, masing-masing 4.757 hektar dan 6.085 hektar. (*)

Sumber :
Tribun Pontianak