
KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Hingga pukul 07.30, Sabtu (19/12/2009) waktu Kopenhagen, negosiasi masih berlangsung alot di Bella Center, tempat berlangsungnya Konferensi Perubahan Iklim 2009. Waktu ini molor hampir sehari dari jadwal semula.
Kedatangan 130 kepala negara dan pemerintahan, termasuk Presiden AS Barack Obama dan PM China Wen Jiabao, dua pemimpin negara kunci tidak juga memecahkan masalah.
Meskipun sudah bertemu secara bilateral pada Jumat malam, dilanjutkan pertemuan dengan sejumlah negara berkembang pesat (Afrika Selatan, Brasil, dan India), serta negara Afrika yang diwakili Ethiopia, negosiasi belum juga menghasilkan kesepakatan bersama.
Tiga hari berturut-turut negosiasi berlangsung hampir 24 jam, tetapi belum jelas juga. Bahkan, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon sudah meminta agar para kepala negara dan pemerintahan tidak pulang lebih dulu. Akan tetapi, Sabtu dini hari tadi, Obama dan Presiden Brasil Luiz da Silva sudah pulang.
Alotnya negosiasi didasari jurang lebar antara negara maju dan berkembang soal target penurunan emisi yang terikat secara hukum. Kesepakatan yang bersifat konsensus mensyaratkan agar kesepakatan disetujui secara aklamasi.