Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:25 WIB
Ketidakpercayaan Selimuti Konferensi Perubahan Iklim
Gesit Ariyanto | wsn | Jumat, 18 Desember 2009 | 08:21 WIB
|
Share:

Inggried Dwi W
Aksi ribuan oarang di Kopenhagen, Denmark, Sabtu (12/12), menuntut para pemimpin dunia serius memikirkan upaya penanggulangan perubahan iklim

TERKAIT:

KOPENHAGEN, KOMPAS.com — Konferensi Perubahan Iklim yang hingga satu hari tersisa belum juga menunjukkan adanya kesepakatan disebabkan adanya ketidakpercayaan para pihak. Setiap usulan yang muncul sering kali tidak dilihat substansi, tetapi siapa dan apa maksud di balik usulan.

Ketidakpercayaan satu sama lain sangat tampak di sini, kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa ketika ditemui di sela-sela negosiasi. Menurut dia, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menemui sejumlah tokoh untuk mendorong adanya hasil yang konkret dalam konferensi yang dihadiri lebih dari 115 kepala negara dan pemerintahan itu.

Sesuai jadwal, konferensi harus sudah mencapai kesepakatan pada Jumat siang (pukul 18.00 waktu Indonesia). Namun, jurang lebar perbedaan yang di antaranya disebabkan ketidakpercayaan para pihak itu mengancam rencana yang sudah disusun.

Hingga pukul 03.00 dini hari waktu Kopenhagen, sidang pleno masih berlangsung di Bella Center, Kopenhagen, Denmark. Suhu di luar ruangan mencapai nol derajat setelah sempat turun hujan salju.