Selasa, 22 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 22 Mei 2012 | 06:00 WIB
PM Denmark Ambil Alih Posisi Presiden COP15
Inggried Dwi Wedhaswary | Edj | Rabu, 16 Desember 2009 | 21:21 WIB
|
Share:

KOPENHAGEN, KOMPAS.com - Ditengah perundingan perubahan iklim memasuki masa-masa krusial, Perdana Menteri Denmark Lars Lokke Rasmussen mengambil alih posisi Presiden COP15 yang semula dijabat Connie Hedegaard. Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar mengatakan, perubahan ini diketahui saat dimulai sidang perundingan, Rabu (16/12/2009) pagi waktu Denmark. Pergantian ini, diharapkan tidak menggugurkan hasil perundingan dan negosiasi yang sudah dicapai sejak konferensi dimulai 7 Desember lalu.

"Dengan pergantian Presiden COP ini, Perdana Menteri Denmark mungkin punya pemikiran baru. Dia ingin melakukan penyelesaian dengan cara yang lain," ujar Rachmat di Kantor Delegasi RI di Bella Centre, Kopenhagen, Denmark, Rabu ( 16/12 ).

Pergantian ini sempat memunculkan dugaan dari para pihak akan adanya teks kesepakatan diluar yang telah dibicarakan. Pergantian Presiden COP ditengah berjalannya konferensi, merupakan preseden pertama. Menurut Rachmat, alasan yang disampaikan karena Denmark menghormati para kepala negara yang akan hadir mulai 17 Desember besok. Padahal, selama ini, Connie Hedegaard dinilai cukup baik mengendalikan jalannya konferensi dan membuka peluang penyelesaian terbaik dari konferensi ini.

"Katanya, karena yang hadir kepala negara, maka pemimpinnya harus kepala negara. Ini baru pertama kali terjadi. Tapi yang kita tekankan, jangan menghilangkan hasil kerja kita," ujar mantan Menteri Lingkungan Hidup ini.

Secara pribadi, Rachmat melihat, pergantian ini karena semakin tajamnya pertentangan persepsi mengenai penyelesaian COP antara negara maju dan berkembang. "Negara maju tergantung sikap AS. Kalau AS jelas, negara maju jelas. Kita sama-sama menunggu," katanya.