WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat optimistis bakal mencapai sebuah kesepakatan baru dengan Rusia terkait pernjanjia nnuklir, Strategic Arms Reduction Treaty (START) yang dibuat pada 1991 lalu.
Juru bicara Gedung Putih, Robert Gibbs mengatakan hal itu kepada wartawan, Rabu. "Kami optimistis bisa mendapatkannya. Kami terus ambil bagian dalam proses negosiasi dengan Rusia untuk penggantian perjanjian START , "kata Gibbs.
Dikatakan, kesepakatan itu kian mendekati kenyataan setelah Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa Moskow dan Washington akan menandatangani kontrak baru segera. Dalam pertemuan yang digelar 5 Desemebr lalu, kedua pihak memang belum mencapai kesepakatan ihwal penggantian kebijakan START 1 tersebut.
Menurut otoritas militer AS, Laksamana Michael Mullen, Presiden Barack Obama dan Presiden Rusia Dmitry Medvedev telah menegaskan komitmennya bahwa mereka untuk mengatasi perbedaan dan segera menandatangani kontrak baru.

