LONDON, KOMPAS.com — Puluhan delegasi climate champions British Council dari berbagai negara berkumpul di London, Inggris, Jumat (4/12). Selanjutnya mereka bertolak menuju Brussels, Belgia, pada pukul 05.30 waktu London. Para delegasi ini menumpangi Eurostar, kereta yang menghubungkan antar negara-negara Eropa, dari St Pancras International Station.
CEO Eurostar, Richard Brown, langsung melepas keberangkatan delegasi yang didampingi oleh Christopher Palmer dan Melody Hossaini dari British Council Global selaku penanggung jawab program "Green Journey to Copenhagen".
Di Belgia, delegasi hanya akan menginap satu malam di youth hostel, untuk memulai "perjalanan hijau" menuju Kopenhagen pada Sabtu (5/12) pagi. "Kereta api adalah moda transportasi yang ramah lingkungan. Di Eropa, konsumen Eurostar terus mengalami peningkatan. Semoga ini memberikan kontribusi bagi upaya menekan produksi karbon," kata Richard dalam perbincangannya dengan beberapa delegasi.
Perjalanan London-Brussels hanya memakan waktu dua jam perjalanan. Kereta tiba di stasiun Brussels pukul 20.30 waktu setempat (London dan Brussels berbeda waktu 1 jam). "Green Journey to Copenhagen" akan dimulai pukul 09.10 dari titik keberangkatan Stasiun Brussels. Perjalanan akan menggunakan kereta api khusus Climate Express dengan titik perhentian di Cologne dan Hamburg, Jerman. Diperkirakan, rombongan akan tiba di Kopenhagen pada pukul 23.55.
Berbagai kegiatan yang akan dilakukan di kereta api, di antaranya, berkampanye dan membagikan kartu pos berisi pesan-pesan tentang perubahan iklim serta mengumpulkan aspirasi yang akan diserahkan kepada Menteri Perubahan Iklim Denmark, setibanya di Kopenhagen.
Delegasi India persembahkan tarian khas
Sebelum kereta api berangkat menuju Brussels, diadakan serangkaian seremoni penyambutan. Selain alunan dari kelompok hiburan yang memainkan berbagai musik, delegasi India ternyata juga menyiapkan persembahan khusus.
India, kali ini menjadi negara yang termasuk paling banyak mengirimkan delegasi yang berjumlah 6 orang. Dua delegasi, Kavita Venugopalan dan Anujan Krishnamoorthy, membawakan tarian yang diiringi alunan khas musik India yang langsung dibawakan oleh Anujan. Penampilan mereka mengundang perhatian para penumpang kereta. Kavita menarikan sebuah tarian yang menceritakan rusaknya bumi karena ulah manusia sendiri.

