
JAKARTA, KOMPAS.com — Duta iklim British Council, Goris Mustaqim, menemui Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta, Rabu (2/12), di Kantor Menneg LH, Jakarta Timur. Goris, climate champion asal Garut, akan bertolak ke London bersama wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary pada siang ini untuk bergabung dengan delegasi berbagai negara dan melakukan "perjalanan hijau" (green journey) ke Kopenhagen.
Goris mengatakan, dalam pertemuan itu, ia mengutarakan visi dan misi sebagai duta muda yang akan berinteraksi dan melakukan berbagai aktivitas di arena pertemuan PBB soal perubahan iklim (COP15), di Kopenhagen, Denmark, pada 7-18 Desember mendatang.
"Menteri LH menyambut baik dikirimnya duta iklim British Council ke COP15. Beliau mengharapkan, sebagai duta muda, bisa mendukung upaya delegasi RI di Kopenhagen," kata Goris kepada Kompas.com.
Gusti M Hatta juga menyelipkan pesan. "Indonesia jangan dijelek-jelekkan dan diminta menjaga nama baik Indonesia," ujar founder Asgar Muda Foundation, Garut, Jawa Barat, ini.
Selain itu, lanjut Goris, sebagai duta iklim, dirinya diharapkan bisa meluruskan persepsi dunia yang selama ini menabalkan Indonesia sebagai emiter ketiga terbesar di dunia setelah Amerika Serikat dan China. Dalam beberapa kesempatan, Gusti memang berulang kali mengklarifikasi posisi Indonesia sebagai negara emiter terbesar. Terakhir saat bertemu Menteri Lingkungan Hidup Norwegia Erik Solheijm, pekan lalu.
Sebelum bertemu Gusti M Hatta, duta iklim British Council juga telah menemui Ketua Delegasi RI, Rachmat Witoelar, pada Rabu pekan lalu. Serangkaian pertemuan ini dilakukan untuk menyelaraskan visi dan misi yang ingin diperjuangkan di Kopenhagen.