Rabu, 22 Oktober 2014

News / Regional

Awal Musim Hujan, Waktu Tepat Pembuatan Biopori

Senin, 30 November 2009 | 19:46 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Memasuki musim penghujan merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat untuk membuat lubang biopori atau resapan air. Ada kecenderungan masyarakat baru melakukan sesuatu setelah diberi contoh. Pemerintah Kota Yogyakarta sendiri menargetkan satu juta lubang biopori pada 2011.

"Saat ini waktu yang tepat mengajarkan kepada mereka tentang bagaimana cara membuat biopori, sekaligus menunjukkan bagaimana lubang itu bisa menjadi media resapan. Berbeda dengan musim kemarau, saat itu masyarakat tidak bisa melihat secara langsung media ini bekerja," ujar Agus Hartono, Direktur Lembaga Studi dan Tata Mandiri Lestari yang bergerak di bidang lingkungan, Senin (30/11).

Menurut Agus banyaknya jumlah biopori belum tentu efektif, lantaran pembuatannya masih banyak yang asal-asalan. Ia mencontohkan pembuatan biopori di tanah yang agak tinggi sehingga daya resap air tidak maksimal. Semestinya, biopori diletakkan di titik yang berpotensi menimbulkan genangan.

Terdapat sejumlah kendala untuk membuat biopori di titik yang sesuai. Salah satunya lahan di perkotaan yang semakin menyempit dan sebagian sudah berubah menjadi konblok. Padahal ukuran biopori tidak terlalu besar, diameter hanya 10 centimeter dan kedalaman satu meter.

Agus sendiri kini tengah mencari data seberapa jauh efektivitas biopori yang telah ada di Yogyakarta. Mengingat, sejumlah daerah landai seperti Langensari, masih sering digenangi air. "Jadi perlu dipikirkan juga faktor lain, misal, seberapa besar volume air dari luar daerah yang masuk ke suatu tempat saat hujan. Jika volumenya besar, tentu tidak bisa langsung habis terserap oleh biopori. Sehingga diperlukan penanganan yang lain, seperti saluran pembuangan," katanya.

Kepala Bidang Pengawasan dan Pemulihan Badan Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta, Ika Rostika mengatakan saat ini ada 100.000 lebih biopori di Yogyakarta, baik itu yang dibuat oleh masyarakat maupun pemerintah kota (Pemkot). Untuk mendukung pembuatan biopori, April lalu pemkot mem bagikan 30 tutup dan 20 bor untuk pembuatan biopori bagi setiap kelurahan. Dengan stimulan ini paling tidak sudah ada tambahan 1.350 lubang.

"Target kami satu juta lubang biopori pada 2011. Namun, kami bisa memercepat dengan terus mengampanyekan pentingnya biopori kepada masyarakat. Selain konservasi sumber daya air, biopori juga berfungsi sebagai media komposter sampah sisa rumah tangga," ujar Ika.


Editor : made